Senin, 07 November 2022

Astrid Tuela, Perupa Wanita Muda Sulawesi Utara

Astrid Tuela, perupa muda yang pernah berkuliah di Teknik Universitas Sam Ratulangi ini turut serta dalam kegiatan #Satoegaris dengan menampilkan karya 2 dimensinya. Karya Astrid yang didominasi oleh warna merah muda dan diberi nama Out Growing Wild ini sudah dipinang oleh seorang kolektor bahkan sebelum karya ini resmi dipajang di UPTD Kebudayaan Manado. Sebuah kanvas persegi berukuran 45x65 cm serta 2 kanvas oval berukuran 10x8 cm menjadi wadahnya untuk menorehkan kuas dan cat tersebut. Ide lukisannya tercetus dari seorang fotografer asal Jakarta bernama Anto Ismail, yang karyanya dianggap out of the box oleh Astrid sendiri. Menurutnya, Anto Ismail merupakan seorang tokoh yang berbicara secara bebas lewat karyanya perihal keluar untuk “bertumbuh liar” sehingga menginspirasinya untuk membicarakan dirinya sendiri lewat lukisan yang ia hasilkan dengan penamaan karya yang hampir sama.

Out Growing Wild oleh Astrid Tuela
Sumber: dokumentasi pribadi

Out Growing Wild oleh Astrid Tuela
Sumber: dokumentasi pribadi

Lukisan ini berbicara tentang keresahan dan perasaan kegagalan hidup yang ia coba samarkan dengan warna-warna terang. Karya yang bersifat personal untuknya ini memakan waktu kurang lebih 3 minggu dari pembuatan hingga pemajangan di UPTD Kebudayaan Manado. Tidak hanya menguras waktu, karya ini juga menguras perasaan dan jiwa karena sudah diminati Kolektor bahkan sebelum karya ini sepenuhnya rampung. Warna merah muda dan warna lainnya menjadi harapan Astrid bahwa semua hal; baik kegagalan dan kesedihan akan berlalu jika kita berani untuk keluar, karena semua hal yang positif dan keceriaan itu akan lebih besar daripada keresahan yang ada. Gambarannya sendiri tercirikan dengan guratan melingkar yang banyak dan berulang, berbicara mengenai laut dan alam juga tercirikan dengan lukisan tangannya.

Astrid menemukan passion-nya dalam dunia seni ketika ia merasa tidak menemukan apa yang ia cari selama menjadi mahasiswa. Adanya pertentangan dari sang Ayah membuat Astris sempat mengalami gejolak emosi dalam prosesnya, namun ia tetap maju dan berani berkarya sehingga ia berhasil melakukan pameran tunggal pada Februari tahun 2020 lalu. Ia mencari nilai dan ide karyanya dengan menyepi, pandemi COVID-19 membuatnya sendiri malah semakin mendorongnya untuk menghasilkan banyak karya. Perasaan sedih, kesepian, dan kecamuk emosi karena kehilangan teman serta komunikasi dengan orang lain membuat tangannya menghasilkan karya yang bersifat personal baginya. Meskipun belajar dengan cara otodidak; melihat teman, proses diskusi, bahkan kegiatan sehari-hari seperti menaiki angkot cukup menunjangnya di dalam dunia seni ini.

Meskipun sudah berkecimpung dan menggeluti dunia seni, restu dari sang Ayah masih belum didapatkan. Hal ini membuatnya melahirkan karya personal tentang ayahnya dari awal 2020 hingga akhir tahun 2021 dan dipamerkan pertama kali di Museum Tanta Mien Manado. Karya ini dihasilkan di atas kertas linen tipis yang ia gulung dan bawa kemana saja dengan bantuan lakban dan staples. Karya manual ini sangat berharga dan bernilai personal yang turut membantunya untuk maju di dunia seni.

Kegiatan Bulan Menggambar Nasional merupakan cara Astrid ikut berpartisipasi dalam Satoegaris dengan satu panggilan dari perupa senior yang menghubunginya terlebih dahulu. Koordinator kegiatan Satoegarispun terus meyakinkannya untuk mengikuti kegiatan ini tanpa mengurangi rasa hormat kepada perupa senior lainnya, bahkan hal ini sangat diapresiasi olehnya karena pihak Satoegaris menunggu karyanya untuk dipajang di khalayak umum meskipun ia sempat ragu untuk mengikuti kegiatan ini sebelumnya. Ia mengatakan bahwa ke depannya ia akan tetap ikut di pameran-pameran seni rupa karena ingin terus mendukung perkembangan dan minat dari dunia seni terhadap khalayak umum. Astrid menutup perbincangan dengan pesan untuk dirinya sendiri juga kepada orang lain, “jangan takut untuk gagal, tetap buat karya dan percaya pada diri sendiri; satu-satu, pelan-pelan” ujarnya.

Penulis: Dinda


0 komentar:

Posting Komentar