Minggu, 06 November 2022

Pameran Perupa Muda Sulawesi Utara: SATOEGARIS

Tanggal 28 Oktober 2022, ada perbedaan peringatan hari Sumpah Pemuda di daerah Museum Kebudayaan Kota Manado. Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kebudayaan Manado ini dimeriahkan oleh pembukaan kegiatan seni dengan tajuk #Satoegaris dan kegiatan ini berlangsung hingga tanggal 6 November 2022 kemarin. Satoegaris sendiri merupakan sebuah inisiasi oleh para perupa Sulawesi Utara yang dipertemukan pada saat kegiatan Bulan Menggambar Nasional yang berlangsung pada bulan Mei lalu. Terletak di lantai 2 gedung Museum Kebudayaan kota Manado, sebanyak 32 karya 2 dimensi (lukisan) dan 5 karya instalasi dipajang untuk dipamerkan kepada khalayak umum.

Eat in the candlelight
Sumber: dokumentasi pribadi

Asa
Sumber: dokumentasi pribadi

Koordinator kegiatan Satoegaris, Luthfi Madina, menyampaikan bahwa memerlukan kurang lebih 5 bulan untuk mengadakan kegiatan ini, berawal dari ide hingga persiapan dan eksekusi ide kegiatan. Ia menuturkan bahwa karya yang dipajang tidak ada kriteria atau tinjauan khusus selama tidak mengandung penyinggungan unsur SARA, pornografi, dan politik. Para perupa yang turut serta dalam kegiatan ini masih tergolong perupa muda, ini bertujuan agar mereka berani menunjukkan karya mereka dan memberikan wadah lebih bagi karya-karya yang telah mereka hasilkan. Pemilihan tajuk kata Satoegaris sendiri diilhami oleh momentum peringatan Sumpah Pemuda yang diharapkan dapat menampilkan karya serta wajah baru di dalam lingkup dunia seni Sulawesi Utara sehingga akan tumbuh juga harapan dan semangat baru dengan landasan kolektivitas yang rapi.


Para perupa yang ada memiliki latar belakang berbeda-beda. Berasal dari beberapa institusi pendidikan yakni Universitas Sam Ratulangi, Universitas Negeri Manado, Politeknik Negeri Manado, bahkan keikutsertaan dari mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Karya yang ditampilkan di sini dibuat oleh perupa laki-laki dan perempuan, mahasiswa aktif dan alumni dari universitas yang telah disebutkan sebelumnya. Bahkan tidak tanggung-tanggung, beberapa karya yang ditampilkan dalam pameran kali ini telah dipinang oleh kolektor karya seni yang ada.


Tidak hanya pameran seni rupa, dalam kegiatan ini ada beberapa kegiatan menarik lainnya. Rangkaian kegiatan lain seperti diskusi seni, pemutaran film, Art Workshop, acara seremonial pembukaan atau penutupan dan keberadaan Marketplace. Kegiatan penutupan sendiri berlangsung dari jam 4 sore hingga menuju larut malam karena mengingat hari minggu merupakan akhir pekan yang digunakan orang-orang untuk bersantai. Luthfi menambahkan, Satoegaris jilid 2 sangat diharapkan ada di kemudian hari menjadi annual event kebudayaan dan didukung oleh lebih banyak lagi perupa-perupa muda Sulawesi UtaraSemoga inisiasi ini bisa terjalankan kembali, ya!


Penulis: Christine

0 komentar:

Posting Komentar