Selasa, 16 April 2013

Gerakan Mahasiswa Harus Punya Leadership


Arswendo saat diwawancarai INOVASI
Arswendo saat diwawancarai INOVASI
Status sebagai tokoh masyarakat tidak membuatnya merasa lupa daratan. Saat  berbincang dengan INOVASI, Ia tampak begitu hangat menjawab pertanyaan yang menyinggahinya.
Arswendo Atmowiloto, seorang yang pernah mendekam dalam penjara karena melakukan jajak pendapat yang cukup kontroversial ini, berhasil diwawancarai INOVASI setelah ia memberikan materi pada bedah buku yang diselenggarakan di aula Fisip Unsrat (29/07).
“Mahasiswa sekarang terbagi menjadi dua, yakni mahasiswa yang masih independen dan mereka yang telah terkooptasi dengan kekuatan politik,” tuturnya diawal pembicaraan.
Arswendo berpendapat, pandangan masyarakat awam yang sering menilai gerakan mahasiswa lebih banyak dituggangi elit politik dikarenakan begitu kuatnya pengaruh Partai Politik dalam gerakan mahasiswa.
“Hampir semua segi diajak menjadi kadernya dan diajak untuk berpartisipasi,” tutur pria kelahiran 26 November 1948.
Ia berpendapat, gerakan mahasiswa tahun 1966 merupakan gerakan yang paling murni. Keyakinan tersebut ia dasarkan bahwa saat itu mahasiswa tidak dibesarkan oleh Orde Lama dan masih belum berafiliasi dengan Orde Baru.
Ia mencontohkan, begitu banyak kelompok mahasiswa ditiap kampus bahkan terpecahnya BEM merupakan sebab yang paling menonjol untuk melemahkan gerakan mahasiswa.
“Tapi kalau ada leadership dari suatu kelompok mahasiswa, pasti kesaktian gerakan mahasiswa akan kembali dimiliki,” tuturnya mengakhiri percakapan.

0 komentar:

Posting Komentar