Jumat, (07/03) aparat
kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih terlihat berjaga di depan
pintu masuk Kampus Universitas Sam Ratulangi (Unsrat). Penjagaan ini
berlangsung sejak kejadian pembakaran gedung perkuliahan yang dilakukan rabu
(05/03) kemarin. A. S Bassang, selaku Koordinator Pos Penjagaan Jumat, (07/03),
menuturkan, ada sekitar 250 personil yang diturunkan untuk penjagaan di pos-pos
yang ada di Kampus, dan merupakan gabungan dari TNI, Polda, Brimob, dan
Polresta, dan Polsek.
“Sejauh ini kondisi di
Unsrat masih aman terkendali” ungkap Bassang pada kru-Inovasi. terkait aksi
pembakaran yang terjadi kemarin, pihak kepolisian masih terus melakukan
penyelidikan dan pemanggilan terhadap saksi-saksi yang diduga mengetahui pelaku
pembakaran kemarin. “sudah ada beberapa tersangka yang ditangkap, dan proses
masih terus berlanjut. Kalau siapa saja yang ditangkap, Polresta lebih tahu.”
Lanjut Bassang.
Usai aksi pembakaran
kemarin (05/03), polisi menemukan satu tas panah wayer di seputaran lokasi
pelemparan batu. Tapi, belum diketahui pasti siapa kelompok yang menggunakan
panah wayer saat bentrok kemarin. Bassang juga menyampaikan, penjagaan akan
terus dilakukan hingga kondisi di Unsrat kondusif.(dd)
 |
| Polisi berjaga di belakang gedung baru Fakultas Hukum |
 |
| Polisi berjaga di depan kampus-Fisip |
 |
| Polisi yang berjaga di Lobby Fisip |
 |
| suasana kampus yang terlihat lengang-terlihat polisi yang berjaga |
0 komentar:
Posting Komentar