Rabu, 05 Maret 2014

MAHASISWA UNSRAT KEMBALI BENTROK- BELASAN MAHASISWA LUKA, GEDUNG KAMPUS, DAN SEPEDA MOTOR DIBAKAR

Rabu, (05/03) kampus Universitas Sam Ratulangi (baca: Unsrat) kembali bergejolak. Sekitar pukul 13.00 wita, terjadi bentrokan antar mahasiswa fakultas Teknik (Fatek) dan fakultas Hukum. Bentrokan yang berlangsung cukup lama sejak pkl 13.00 hingga 17.00 wita, menelan belasan korban luka ringan dan mengakibatkan tiga gedung perkuliahan di fakultas Teknik (Fatek) serta enam motor milik mahasiswa Fatek hangus terbakar.
Bentrokan ini dimulai dari aksi saling lempar batu oleh ratusan mahasiswa masing-masing fakultas di depan gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM). Kepolisian dan pihak keamanan kampus sudah terlihat di lokasi kejadian, namun suasana terlihat tak mampu diredam. Kekacauan sempat mereda, ketika polisi melepaskan tembakan peringatan ke udara. Namun sekitar sepuluh menit kemudian, bentrokan  terjadi di depan lapangan basket yang terletak antara gedung fakultas  Teknik (Fatek) dan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP).
Suasana memanas, kaca-kaca jendela pecah, mahasiswa-mahasiswi yang berada di sekitar area konflik dan tidak terlibat bentrok berlari ketakutan, diantaranya FISIP, Fekon, Hukum, dan Teknik. Mahasiswi-mahasiswi yang berada di gedung fakultas Ekonomi menjerit histeris, bahkan salah seorang penjaga kantin di cafetaria Ekonomi hampir pingsan. Batu-batu yang dilemparkan masing-masing kubu beterbangan tak mengenal arah. Kaca jendela kantin ekonomi, kaca yang berada di gedung baru fakultas Ekonomi dan FISIP pun tak luput dari amuk massa. Belasan mahasiswa tampak digotong teman-temannya dengan darah mengalir di pelipis wajah, tangan, dan kaki.
Sekitar pukul 15.00 wita, situasi semakin memanas. Ratusan massa yang datang dari arah FISIP mendatangi fakultas Teknik dan membakar enam motor yang diparkir. Mereka juga membakar gedung perkuliahan yang berlantai dua tersebut. Barikade polisi yang berjaga di lokasi kejadian terlihat tak berdaya menghadapi amuk massa.
Aksi mulai mereda ketika ratusan personil polisi yang ditambah lengkap dengan atribut helm serta tameng diturunkan di lokasi kejadian. Charles Ngili yang menjabat Wakapolda Sulut, ketika diwawancarai, menyesalkan aksi mahasiswa. Dia meminta kerjasama dari semua pihak untuk segera menyudahi pertikaian ini. Charles juga menduga adanya motif berkaitan dengan kepentingan politik yang melatarbelakangi kekacauan yang terjadi di Unsrat belakangan ini. Ketika mewawancarai Charles, kru Inovasi juga sempat menanyakan, mengapa kejadian pembakaran motor hingga gedung bisa terjadi, padahal pihak kepolisian sudah berada di tempat sejak tadi. Charles menjawab, “Mengapa tanya ke kami. Tanyakan ke mahasiswa sendiri. Kami disini, mereka usir kok. Setelah kejadian begini, malahan polisi yang dikambinghitamkan. Polisi juga manusia kan, mbak” tandas Wakapolda, sambil mencoba tersenyum.
Kru Inovasi mendatangi Puskesmas Bahu dan Rumah Sakit Malalayang untuk mengecek jumlah korban. Di Puskesmas Bahu, tidak ada data korban. Sementara di rumah sakit Malalayang, hingga pukul 7 malam tadi, terdapat 14 korban luka ringan, masih ada juga korban yang belum terdata. Berikut inisial korban sementara yang tercatat di rumah sakit :
1.MA (Fakultas Teknik)
2.SB (Fakultas Teknik)
3.RA (FISIP)
4.TV (Teknik)
5.BT (FISIP)
6.RM (FISIP)
7.RY (FISIP)
8.KT (Teknik)
9.FW (Hukum)
10.FWo (Hukum)
11.GP (Teknik)
12.JA(Teknik)
13.JU (Teknik)
14. MK (Teknik)

Saat ini, suasana Unsrat masih mencekam. Ratusan polisi masih berjaga di sekitaran kampus Teknik, Hukum, dan Fisip. Sementara Musliar Kasim, Pelaksana Tugas Rektor ketika diwawancarai saat datang ke lokasi kejadian pukul 7 malam tadi, menyampaikan untuk menghindari bentrokan yang semakin parah maka kampus akan diliburkan selama seminggu.

situasi usai pembakaran gedung dan motor

motor yang dibakar depan fakultas Teknik
puing bangunan fakultas Teknik yang dibakar massa

laboratorium Elektro yang sisa puing

0 komentar:

Posting Komentar