Rabu, (05/03) kampus
Universitas Sam Ratulangi (baca: Unsrat) kembali bergejolak. Sekitar pukul
13.00 wita, terjadi bentrokan antar mahasiswa fakultas Teknik (Fatek) dan fakultas
Hukum. Bentrokan yang berlangsung cukup lama sejak pkl 13.00 hingga 17.00 wita,
menelan belasan korban luka ringan dan mengakibatkan tiga gedung perkuliahan di
fakultas Teknik (Fatek) serta enam motor milik mahasiswa Fatek hangus terbakar.
Bentrokan ini dimulai
dari aksi saling lempar batu oleh ratusan mahasiswa masing-masing fakultas di
depan gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM). Kepolisian dan pihak keamanan
kampus sudah terlihat di lokasi kejadian, namun suasana terlihat tak mampu
diredam. Kekacauan sempat mereda, ketika polisi melepaskan tembakan peringatan
ke udara. Namun sekitar sepuluh menit kemudian, bentrokan terjadi di depan lapangan basket yang terletak
antara gedung fakultas Teknik (Fatek) dan
Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP).
Suasana memanas,
kaca-kaca jendela pecah, mahasiswa-mahasiswi yang berada di sekitar area
konflik dan tidak terlibat bentrok berlari ketakutan, diantaranya FISIP, Fekon,
Hukum, dan Teknik. Mahasiswi-mahasiswi yang berada di gedung fakultas Ekonomi
menjerit histeris, bahkan salah seorang penjaga kantin di cafetaria Ekonomi hampir
pingsan. Batu-batu yang dilemparkan masing-masing kubu beterbangan tak mengenal
arah. Kaca jendela kantin ekonomi, kaca yang berada di gedung baru fakultas
Ekonomi dan FISIP pun tak luput dari amuk massa. Belasan mahasiswa tampak
digotong teman-temannya dengan darah mengalir di pelipis wajah, tangan, dan
kaki.
Sekitar pukul 15.00
wita, situasi semakin memanas. Ratusan massa yang datang dari arah FISIP
mendatangi fakultas Teknik dan membakar enam motor yang diparkir. Mereka juga
membakar gedung perkuliahan yang berlantai dua tersebut. Barikade polisi yang
berjaga di lokasi kejadian terlihat tak berdaya menghadapi amuk massa.
Aksi mulai mereda
ketika ratusan personil polisi yang ditambah lengkap dengan atribut helm serta
tameng diturunkan di lokasi kejadian. Charles Ngili yang menjabat Wakapolda
Sulut, ketika diwawancarai, menyesalkan aksi mahasiswa. Dia meminta kerjasama
dari semua pihak untuk segera menyudahi pertikaian ini. Charles juga menduga
adanya motif berkaitan dengan kepentingan politik yang melatarbelakangi
kekacauan yang terjadi di Unsrat belakangan ini. Ketika mewawancarai Charles,
kru Inovasi juga sempat menanyakan, mengapa kejadian pembakaran motor hingga
gedung bisa terjadi, padahal pihak kepolisian sudah berada di tempat sejak
tadi. Charles menjawab, “Mengapa tanya ke kami. Tanyakan ke mahasiswa sendiri. Kami
disini, mereka usir kok. Setelah kejadian begini, malahan polisi yang
dikambinghitamkan. Polisi juga manusia kan, mbak” tandas Wakapolda, sambil
mencoba tersenyum.
Kru Inovasi mendatangi
Puskesmas Bahu dan Rumah Sakit Malalayang untuk mengecek jumlah korban. Di Puskesmas
Bahu, tidak ada data korban. Sementara di rumah sakit Malalayang, hingga pukul
7 malam tadi, terdapat 14 korban luka ringan, masih ada juga korban yang belum
terdata. Berikut inisial korban sementara yang tercatat di rumah sakit :
1.MA (Fakultas Teknik)
2.SB (Fakultas Teknik)
3.RA (FISIP)
4.TV (Teknik)
5.BT (FISIP)
6.RM (FISIP)
7.RY
(FISIP)
8.KT (Teknik)
9.FW (Hukum)
10.FWo (Hukum)
11.GP (Teknik)
12.JA(Teknik)
13.JU (Teknik)
14.
MK (Teknik)
Saat ini, suasana
Unsrat masih mencekam. Ratusan polisi masih berjaga di sekitaran kampus Teknik,
Hukum, dan Fisip. Sementara Musliar Kasim, Pelaksana Tugas Rektor ketika
diwawancarai saat datang ke lokasi kejadian pukul 7 malam tadi, menyampaikan untuk
menghindari bentrokan yang semakin parah maka kampus akan diliburkan selama
seminggu.
| situasi usai pembakaran gedung dan motor |
| motor yang dibakar depan fakultas Teknik |
| puing bangunan fakultas Teknik yang dibakar massa |
| laboratorium Elektro yang sisa puing |
0 komentar:
Posting Komentar