Rabu, 09 April 2014

Kongres Nasional PPMI XII; Ajang Silahturahmi LPM se-Indonesia dan Pemilihan Sekjendnas periode 2014-2016


Presidium Kongres yang terpilih


situasi Kongres Nasional PPMI XII

delegasi Inovasi baru tiba di Mataram, Lombok, langsung berfoto bersama panitia di depan ikon Kota Mataram

Defy Firman Al Hakim, Sekjendnas periode 2012-2014 membacakan laporan pertanggungjawaban di depan forum

berfoto bersama Persma delegasi Makassar
            Eksistensi inovasi sebagai pers mahasiswa di ajang nasional kembali dibuktikan dengan mengirimkan lima orang delegasi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Inovasi dalam kegiatan nasional yang bertema, “PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia) Award 2014, Seminar Nasional & Kongres XII”. Kegiatan ini dimulai sejak tanggal 20 maret dan puncaknya tanggal 26 Maret 2014, di Kota Mataram, Lombok.
Lima delegasi yang berangkat ialah, Deysi, selaku Pimpinan Umum, Mastura Fakhrunnisa, selaku koordinator Liputan Cetak, Nurul Ramadhani, wakil sekretaris Umum, Ilona Piri, Redaktur Berita, dan Bregita di bagian fotografi. Kelima gadis ini berangkat dari Bandara Sam Ratulangi menggunakan pesawat Lion Air, hari sabtu, 22 Maret 2013 menuju Bandara Ngurah Rai, Bali. Mereka tiba siang hari di Bandara Ngurah Rai, mampir sebentar mencari makan di dekat Bandara, lalu kembali melanjutkan perjalanan dengan menyewa mobil seharga Rp 350 ribu menuju pelabuhan Padang Bai. Pukul 14.00 wita, rombongan delegasi LPM Inovasi Unsrat tiba di pelabuhan, dan menunggu rombongan Pers Mahasiswa Bali, untuk berangkat sama-sama menuju Pelabuhan Lembar, Lombok. Namun menjelang pukul 17.00 wita, rombongan Pers Mahasiswa Bali, belum muncul, maka diputuskanlah untuk berangkat duluan.
Kelima perempuan ini segera membeli tiket penyeberangan seharga Rp 40.000 lalu menaiki kapal Feri yang sudah menunggu dari tadi. Kapal feri ini memiliki tiga lantai, dan ruangan duduk para penumpangnya berada di lantai teratas Feri. Tempatnya cukup nyaman, disediakan sekitar lima puluh-an kursi dengan sandaran beserta meja di depannya, ada juga tempat charge baterai yang musti mengeluarkan duit senilai lima ribu untuk sekali charge. Di pojok kapal disediakan warung makan-minum, yang tentu saja harganya lumayan mahal ketimbang harga yang disodorkan penjual-penjual di pelabuhan.
Lima jam perjalanan dibutuhkan untuk menyeberang dari pelabuhan Padang Bai, Bali menuju pelabuhan Lembar, Lombok. Sekitar pukul 10 wita, mereka tiba di pelabuhan. Mobil APV hitam yang digunakan panitia untuk menjemput delegasi Manado tiba sejam kemudian, dan langsung mengantarkan mereka ke Wisma Seruni, tempat penginapan peserta. Besoknya, (23/03), sesuai agenda yang dibagikan ke seluruh peserta, Kegiatan Kongres Nasional yang menjadi alasan utama seluruh insan pers mahasiswa yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia berkumpul, pun dimulai. Meski mengalami beberapa jam kemunduran, akhirnya rangkaian kegiatan kongres dapat dimulai sekitar pukul 11 siang.
Kegiatan dibuka dengan pembacaan tata tertib sidang oleh Presidium Sementara, Fikri Mustofa, selaku Badan Pengurus Nasional, didampingi dua presidium lainnya Gerarda Agriveta, dan Arif Hakim, badan pengurus nasional lainnya. Setelah mengadakan pemilihan presidium tetap, maka agenda selanjutnya, pembacaan kondisi kota. Deysi Kanal, selaku pimpinan umum LPM Inovasi Unsrat, membacakan kondisi Pers mahasiswa kota Manado, “Sampai saat ini, Manado belum memiliki dewan Kota. Hal ini dikarenakan baru satu LPM yang menyatakan sikap bergabung dalam PPMI, yakni LPM Inovasi sendiri. Sejauh yang diketahui, Manado memiliki tiga LPM di luar Inovasi Unsrat, mereka ialah UKM pers Politeknik, LPM STAIN Manado, dan Student Press Center (SPS) Universitas Manado (Unima). kami sudah melakukan beberapa kali diskusi terkait pers mahasiswa, namun masih menunggu koordinasi lanjutan untuk mematangkan beberapa hal. Dan untuk saran terhadap kepengurusan nasional ke depan, kami berharap di kepengurusan nasional nanti, siapapun yang terpilih dapat membangun kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan tinggi selaku lembaga yang menaungi lpm-lpm yang berada di Universitas, agar dapat memasukkan kegiatan-kegiatan nasional yang diselenggarakan PPMI, menjadi agenda nassional DIKTI sendiri. Mengapa demikian? Hal ini penting terkait dana organisasi. Beberapa kali kami mengadakan perjalanan ke luar Manado, mengikuti kegiatan nasional, seperti ini misalnya, kami selalu menggunakan dana pribadi. Mungkin itu saja.”
Usai pembacaan kondisi kota masing-masing dewan kota, agenda dilanjutkan dengan pembahasan Anggaran dasar hingga berlanjut Anggaran Rumah Tangga. Kegiatan berlangsung padat hingga dini hari.
Hari selasa, tanggal 25 maret, setelah pertanggungjawaban laporan Sekjendnas dan jajaran Badan Pengurus Nasional periode 2012-2014, yang kemudian didemisionerkan, agenda bergeser pada pemilihan sekjendnas periode 2014-2016. Setelah melalui beberapa prosesi pemilihan yang cukup alot, maka terpilihlah Dedi Nur Cahyo dari Dewan Kota Surabaya sebagai SekjendNas 2014-2016.
Rekomendasi penting yang dihasilkan kongres ini ialah mendaftarkan PPMI pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi serta merencanakan kegiatan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Makassar sekitar bulan juni nanti.(dd)

0 komentar:

Posting Komentar