| Presidium Kongres yang terpilih |
| situasi Kongres Nasional PPMI XII |
| delegasi Inovasi baru tiba di Mataram, Lombok, langsung berfoto bersama panitia di depan ikon Kota Mataram |
| Defy Firman Al Hakim, Sekjendnas periode 2012-2014 membacakan laporan pertanggungjawaban di depan forum |
| berfoto bersama Persma delegasi Makassar |
Eksistensi inovasi sebagai pers mahasiswa di ajang
nasional kembali dibuktikan dengan mengirimkan lima orang delegasi Lembaga Pers
Mahasiswa (LPM) Inovasi dalam kegiatan nasional yang bertema, “PPMI
(Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia) Award 2014, Seminar Nasional &
Kongres XII”. Kegiatan ini dimulai sejak tanggal 20 maret dan puncaknya tanggal
26 Maret 2014, di Kota Mataram, Lombok.
Lima
delegasi yang berangkat ialah, Deysi, selaku Pimpinan Umum, Mastura
Fakhrunnisa, selaku koordinator Liputan Cetak, Nurul Ramadhani, wakil
sekretaris Umum, Ilona Piri, Redaktur Berita, dan Bregita di bagian fotografi. Kelima
gadis ini berangkat dari Bandara Sam Ratulangi menggunakan pesawat Lion Air,
hari sabtu, 22 Maret 2013 menuju Bandara Ngurah Rai, Bali. Mereka tiba siang
hari di Bandara Ngurah Rai, mampir sebentar mencari makan di dekat Bandara,
lalu kembali melanjutkan perjalanan dengan menyewa mobil seharga Rp 350 ribu
menuju pelabuhan Padang Bai. Pukul 14.00 wita, rombongan delegasi LPM Inovasi
Unsrat tiba di pelabuhan, dan menunggu rombongan Pers Mahasiswa Bali, untuk
berangkat sama-sama menuju Pelabuhan Lembar, Lombok. Namun menjelang pukul
17.00 wita, rombongan Pers Mahasiswa Bali, belum muncul, maka diputuskanlah
untuk berangkat duluan.
Kelima
perempuan ini segera membeli tiket penyeberangan seharga Rp 40.000 lalu menaiki
kapal Feri yang sudah menunggu dari tadi. Kapal feri ini memiliki tiga lantai,
dan ruangan duduk para penumpangnya berada di lantai teratas Feri. Tempatnya cukup
nyaman, disediakan sekitar lima puluh-an kursi dengan sandaran beserta meja di
depannya, ada juga tempat charge baterai yang musti mengeluarkan duit senilai
lima ribu untuk sekali charge. Di pojok kapal disediakan warung makan-minum,
yang tentu saja harganya lumayan mahal ketimbang harga yang disodorkan
penjual-penjual di pelabuhan.
Lima
jam perjalanan dibutuhkan untuk menyeberang dari pelabuhan Padang Bai, Bali
menuju pelabuhan Lembar, Lombok. Sekitar pukul 10 wita, mereka tiba di pelabuhan.
Mobil APV hitam yang digunakan panitia untuk menjemput delegasi Manado tiba
sejam kemudian, dan langsung mengantarkan mereka ke Wisma Seruni, tempat
penginapan peserta. Besoknya, (23/03), sesuai agenda yang dibagikan ke seluruh
peserta, Kegiatan Kongres Nasional yang menjadi alasan utama seluruh insan pers
mahasiswa yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia berkumpul, pun dimulai.
Meski mengalami beberapa jam kemunduran, akhirnya rangkaian kegiatan kongres
dapat dimulai sekitar pukul 11 siang.
Kegiatan
dibuka dengan pembacaan tata tertib sidang oleh Presidium Sementara, Fikri
Mustofa, selaku Badan Pengurus Nasional, didampingi dua presidium lainnya
Gerarda Agriveta, dan Arif Hakim, badan pengurus nasional lainnya. Setelah mengadakan
pemilihan presidium tetap, maka agenda selanjutnya, pembacaan kondisi kota.
Deysi Kanal, selaku pimpinan umum LPM Inovasi Unsrat, membacakan kondisi Pers
mahasiswa kota Manado, “Sampai saat ini, Manado belum memiliki dewan Kota. Hal ini
dikarenakan baru satu LPM yang menyatakan sikap bergabung dalam PPMI, yakni LPM
Inovasi sendiri. Sejauh yang diketahui, Manado memiliki tiga LPM di luar
Inovasi Unsrat, mereka ialah UKM pers Politeknik, LPM STAIN Manado, dan Student
Press Center (SPS) Universitas Manado (Unima). kami sudah melakukan beberapa
kali diskusi terkait pers mahasiswa, namun masih menunggu koordinasi lanjutan
untuk mematangkan beberapa hal. Dan untuk saran terhadap kepengurusan nasional
ke depan, kami berharap di kepengurusan nasional nanti, siapapun yang terpilih
dapat membangun kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan tinggi selaku
lembaga yang menaungi lpm-lpm yang berada di Universitas, agar dapat memasukkan
kegiatan-kegiatan nasional yang diselenggarakan PPMI, menjadi agenda nassional
DIKTI sendiri. Mengapa demikian? Hal ini penting terkait dana organisasi. Beberapa
kali kami mengadakan perjalanan ke luar Manado, mengikuti kegiatan nasional,
seperti ini misalnya, kami selalu menggunakan dana pribadi. Mungkin itu saja.”
Usai
pembacaan kondisi kota masing-masing dewan kota, agenda dilanjutkan dengan
pembahasan Anggaran dasar hingga berlanjut Anggaran Rumah Tangga. Kegiatan berlangsung
padat hingga dini hari.
Hari
selasa, tanggal 25 maret, setelah pertanggungjawaban laporan Sekjendnas dan
jajaran Badan Pengurus Nasional periode 2012-2014, yang kemudian
didemisionerkan, agenda bergeser pada pemilihan sekjendnas periode 2014-2016. Setelah
melalui beberapa prosesi pemilihan yang cukup alot, maka terpilihlah Dedi Nur
Cahyo dari Dewan Kota Surabaya sebagai SekjendNas 2014-2016.
Rekomendasi
penting yang dihasilkan kongres ini ialah mendaftarkan PPMI pada Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi serta merencanakan kegiatan Musyawarah Kerja
Nasional (Mukernas) di Makassar sekitar bulan juni nanti.(dd)
0 komentar:
Posting Komentar