Astrid Tuela, perupa muda yang pernah berkuliah
di Teknik Universitas Sam Ratulangi ini turut serta dalam kegiatan #Satoegaris
dengan menampilkan karya 2 dimensinya. Karya Astrid yang didominasi oleh warna
merah muda dan diberi nama Out Growing Wild ini sudah dipinang oleh
seorang kolektor bahkan sebelum karya ini resmi dipajang di UPTD Kebudayaan
Manado. Sebuah kanvas persegi berukuran 45x65 cm serta 2 kanvas oval berukuran
10x8 cm menjadi wadahnya untuk menorehkan kuas dan cat tersebut. Ide lukisannya
tercetus dari seorang fotografer asal Jakarta bernama Anto Ismail, yang
karyanya dianggap out of the box oleh Astrid sendiri. Menurutnya, Anto
Ismail merupakan seorang tokoh yang berbicara secara bebas lewat karyanya
perihal keluar untuk “bertumbuh liar” sehingga menginspirasinya untuk
membicarakan dirinya sendiri lewat lukisan yang ia hasilkan dengan penamaan
karya yang hampir sama.
![]() |
| Out Growing Wild oleh Astrid Tuela Sumber: dokumentasi pribadi |
Out Growing Wild oleh Astrid Tuela
Sumber: dokumentasi pribadi
Astrid menemukan passion-nya dalam
dunia seni ketika ia merasa tidak menemukan apa yang ia cari selama menjadi
mahasiswa. Adanya pertentangan dari sang Ayah membuat Astris sempat mengalami
gejolak emosi dalam prosesnya, namun ia tetap maju dan berani berkarya sehingga
ia berhasil melakukan pameran tunggal pada Februari tahun 2020 lalu. Ia mencari
nilai dan ide karyanya dengan menyepi, pandemi COVID-19 membuatnya sendiri malah
semakin mendorongnya untuk menghasilkan banyak karya. Perasaan sedih, kesepian,
dan kecamuk emosi karena kehilangan teman serta komunikasi dengan orang lain
membuat tangannya menghasilkan karya yang bersifat personal baginya. Meskipun
belajar dengan cara otodidak; melihat teman, proses diskusi, bahkan kegiatan
sehari-hari seperti menaiki angkot cukup menunjangnya di dalam dunia seni ini.
Meskipun sudah berkecimpung dan menggeluti
dunia seni, restu dari sang Ayah masih belum didapatkan. Hal ini membuatnya
melahirkan karya personal tentang ayahnya dari awal 2020 hingga akhir tahun
2021 dan dipamerkan pertama kali di Museum Tanta Mien Manado. Karya ini
dihasilkan di atas kertas linen tipis yang ia gulung dan bawa kemana saja
dengan bantuan lakban dan staples. Karya manual ini sangat berharga dan
bernilai personal yang turut membantunya untuk maju di dunia seni.
Kegiatan Bulan Menggambar Nasional
merupakan cara Astrid ikut berpartisipasi dalam Satoegaris dengan satu
panggilan dari perupa senior yang menghubunginya terlebih dahulu. Koordinator
kegiatan Satoegarispun terus meyakinkannya untuk mengikuti kegiatan ini tanpa
mengurangi rasa hormat kepada perupa senior lainnya, bahkan hal ini sangat
diapresiasi olehnya karena pihak Satoegaris menunggu karyanya untuk dipajang di
khalayak umum meskipun ia sempat ragu untuk mengikuti kegiatan ini sebelumnya. Ia
mengatakan bahwa ke depannya ia akan tetap ikut di pameran-pameran seni rupa
karena ingin terus mendukung perkembangan dan minat dari dunia seni terhadap
khalayak umum. Astrid menutup perbincangan dengan pesan untuk dirinya sendiri juga
kepada orang lain, “jangan takut untuk gagal, tetap buat karya dan percaya pada
diri sendiri; satu-satu, pelan-pelan” ujarnya.

0 komentar:
Posting Komentar