Minggu, 12 Mei 2013

Latar Belakang Visi UNSRAT “Menuju Excellent Universtiy?

Donald Rumokoy
Pertama, tentu saja ini  berbicara mengenai visi saya ketika pertama kali mencalonkan diri sebagai rektor. Dimana waktu itu, kami, para kandidat, diwajibkan untuk memaparkan visi misi dihadapan rapat senat Unsrat. Memang ini (visi) terkesan kualitatif, artinya saya tidak menentukan kapan waktunya (Excellent University) akan tercapai, karena saya berharap peningkatan kualitas disegala bidang harus melalui proses dan kita tidak bisa membatasi kapan “Excellent University “  akan tercapai. Bagi saya, segala upaya yang kita lakukan sebagai pengelola perguruan tinggi, seperti meningkatkan kualitas pelayanan pada mahasiswa, meningkatkan kualitas akreditasi, baik dibidang akademik, kemahasiswaan, keuangan dan dibidang lain, adalah upaya menuju Universitas unggul. Saya ingin Unsrat menjadi terbaik dalam berbagai hal, mulai dari tingkatan Sulawesi Utara meningkat ke kawasan Regional (Indonesia timur) kemudian meningkat pada kawasan diseluruh Indonesia bahkan siapa tahu suatu saat nanti sampai tingkat Internasional. Jadi, pada initinya kita tidak hanya membangun secara Fisik semata-mata tetapi kita juga membangun sistem yang berkualitas, dan membangun sistem itu juga harus ditopang oleh disipin dari seluruh stakeholders, terutama yang berada di Unsrat.
Untuk “Menuju Excellent University” dibutuhkan staf pengajar yang berkualitas, menurut bapak?
Salah satu sisinya memang itu, tapi staf yang berkualitas tidak cukup, kalau stafnya berkualitas tapi disiplin mengajarnya tidak ada, bagaimana mungkin?. Banyak staf yang berkualitas tetapi lebih mengutamakan kepentingan pendapatannya, kalau sudah begitu mungkin ia akan hijrah keluar dan nyambi di luar, sementara perhatian mengajar menjadi “nomor dua”.
Penelitian dari tahun ke tahun sudah cukup meningkat, tapi masih belum mencapai 50% dari jumlah dosen, menurut anda ?
Memang ada variasi-variasi kuantitatifnya, artinya dana penelitian harus dikompetisikan bagi yang paling berkualitas dari sekian banyak. Kalau bicara masalah 50% rasanya diseluruh PT di Indonesia, belum ada yang mencapai, tapi saya berharap itu bisa tercapai. Namun, itu semua bergantung pada dana yang tersedia, kalau dana yang tesedia minim, maka seleksinya akan semakin ketat, jika dana yang tersedia banyak, maka partisipasi dari Unsrat akan semakin meningkat.
Harapan untuk dunia Kemahasiswaan di Unsrat?
Saya berharap, mahasiswa memahami bahwa tugas utama mereka adalah belajar, kalau mereka memahami tugas utama adalah belajar saya yakin mereka akan menggunakan waktu di kampus dengan sebaik-baiknya, bukan menggunakan waktu yang tidak berguna bagi capaian pendidikan. Saya boleh berbangga karena waktu kuliah, saya termasuk salah satu yang tercepat dalam studi. Padahal waktu itu, saya juga banyak mengikuti kegiatan, tapi waktu di kampus saya gunakan semaksimal mungkin.
Organisasi tidak menjadi halangan?
Organisasi menjadi pendorong bagi saya untuk cepat selesai. Tiga tahun saya menjadi ketua senat dan dua tahun berikutnya saya selesai kuliah. Jadi, saya menghimbau Mahasiswa lebih tekun belajar, sebab dengan waktu singkat apa yang kita harapkan untuk menguasai Ilmu Pengetahuan di bidang-bidang tertentu, masih terbilang kurang. Apalagi kalau kita tidak memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
Dalam “empat pilar utama“, ada poin tentang kesejahteraan anggota Senat Universitas, staf pengajar, staf administrasi, pimpinan universitas dan fakultas, pimpinan lembaga dan unit kerja. Penerapannya?
Memang itu sesuai dengan regulasi pengaturan pengelolaan keuangan, sepanjang ada kelonggaran untuk mengelola, termasuk dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) UNSRAT tentu akan saya tingkatkan. Tapi kalau misalnya ada pengetatan-pengetatan, maka kita berusaha maksimal untuk tetap meningkatkan kesejahteraan.
Untuk fasilitas laboratorium khususnya bagi fakultas eksakta ?
Itu juga menjadi perhatian saya. Karena itu, saya selalu menyampaikan dalam rapat- rapat dan pertemuan-pertemuan, tolong fakultas mengajukan, misalnya alat laboratorium apa yang diperlukan dan mendesak, supaya kita bisa mengadakan itu sepanjang anggaran ada. Menurut saya, kalau laboratorium sudah lengkap, berarti mahasiswa semakin berkualitas. Kemu-dian juga perpustakaannya akan saya benahi karena setiap tahun ada anggaran untuk penambahan buku-buku, jurnal elekronik dan sebagainya.
Untuk hal-hal kedepan yang ingin dicapai ?
Saya kira kita akan targetkan dulu apa yang sudah diprogramkan, agar bisa tercapai dengan baik. Memang kita harus lebih banyak kreasi untuk menambah program, tergantung pada ide, pengalaman dan wawasan. Sebab semakin banyak kita bekerjasama dengan perguruan tinggi yang maju tentu kita mampu mengadopsi apa yang baik dan yang sebaliknya tidak boleh kita lakukan.

0 komentar:

Posting Komentar