| Donald Rumokoy |
Pertama, tentu saja ini berbicara mengenai visi saya ketika pertama
kali mencalonkan diri sebagai rektor. Dimana waktu itu, kami, para
kandidat, diwajibkan untuk memaparkan visi misi dihadapan rapat senat
Unsrat. Memang ini (visi) terkesan kualitatif, artinya saya tidak
menentukan kapan waktunya (Excellent University) akan tercapai, karena
saya berharap peningkatan kualitas disegala bidang harus melalui proses
dan kita tidak bisa membatasi kapan “Excellent University “ akan
tercapai. Bagi saya, segala upaya yang kita lakukan sebagai pengelola
perguruan tinggi, seperti meningkatkan kualitas pelayanan pada
mahasiswa, meningkatkan kualitas akreditasi, baik dibidang akademik,
kemahasiswaan, keuangan dan dibidang lain, adalah upaya menuju
Universitas unggul. Saya ingin Unsrat menjadi terbaik dalam berbagai
hal, mulai dari tingkatan Sulawesi Utara meningkat ke kawasan Regional
(Indonesia timur) kemudian meningkat pada kawasan diseluruh Indonesia
bahkan siapa tahu suatu saat nanti sampai tingkat Internasional. Jadi,
pada initinya kita tidak hanya membangun secara Fisik semata-mata tetapi
kita juga membangun sistem yang berkualitas, dan membangun sistem itu
juga harus ditopang oleh disipin dari seluruh stakeholders, terutama
yang berada di Unsrat.
Untuk “Menuju Excellent University” dibutuhkan staf pengajar yang berkualitas, menurut bapak?
Salah satu sisinya memang itu, tapi staf yang berkualitas tidak
cukup, kalau stafnya berkualitas tapi disiplin mengajarnya tidak ada,
bagaimana mungkin?. Banyak staf yang berkualitas tetapi lebih
mengutamakan kepentingan pendapatannya, kalau sudah begitu mungkin ia
akan hijrah keluar dan nyambi di luar, sementara perhatian mengajar
menjadi “nomor dua”.
Penelitian dari tahun ke tahun sudah cukup meningkat, tapi masih belum mencapai 50% dari jumlah dosen, menurut anda ?
Memang ada variasi-variasi kuantitatifnya, artinya dana penelitian
harus dikompetisikan bagi yang paling berkualitas dari sekian banyak.
Kalau bicara masalah 50% rasanya diseluruh PT di Indonesia, belum ada
yang mencapai, tapi saya berharap itu bisa tercapai. Namun, itu semua
bergantung pada dana yang tersedia, kalau dana yang tesedia minim, maka
seleksinya akan semakin ketat, jika dana yang tersedia banyak, maka
partisipasi dari Unsrat akan semakin meningkat.
Harapan untuk dunia Kemahasiswaan di Unsrat?
Saya berharap, mahasiswa memahami bahwa tugas utama mereka adalah
belajar, kalau mereka memahami tugas utama adalah belajar saya yakin
mereka akan menggunakan waktu di kampus dengan sebaik-baiknya, bukan
menggunakan waktu yang tidak berguna bagi capaian pendidikan. Saya boleh
berbangga karena waktu kuliah, saya termasuk salah satu yang tercepat
dalam studi. Padahal waktu itu, saya juga banyak mengikuti kegiatan,
tapi waktu di kampus saya gunakan semaksimal mungkin.
Organisasi tidak menjadi halangan?
Organisasi menjadi pendorong bagi saya untuk cepat selesai. Tiga
tahun saya menjadi ketua senat dan dua tahun berikutnya saya selesai
kuliah. Jadi, saya menghimbau Mahasiswa lebih tekun belajar, sebab
dengan waktu singkat apa yang kita harapkan untuk menguasai Ilmu
Pengetahuan di bidang-bidang tertentu, masih terbilang kurang. Apalagi
kalau kita tidak memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
Dalam “empat pilar utama“, ada poin tentang kesejahteraan
anggota Senat Universitas, staf pengajar, staf administrasi, pimpinan
universitas dan fakultas, pimpinan lembaga dan unit kerja. Penerapannya?
Memang itu sesuai dengan regulasi pengaturan pengelolaan keuangan,
sepanjang ada kelonggaran untuk mengelola, termasuk dari Penerimaan
Negara Bukan Pajak (PNBP) UNSRAT tentu akan saya tingkatkan. Tapi kalau
misalnya ada pengetatan-pengetatan, maka kita berusaha maksimal untuk
tetap meningkatkan kesejahteraan.
Untuk fasilitas laboratorium khususnya bagi fakultas eksakta ?
Itu juga menjadi perhatian saya. Karena itu, saya selalu menyampaikan
dalam rapat- rapat dan pertemuan-pertemuan, tolong fakultas mengajukan,
misalnya alat laboratorium apa yang diperlukan dan mendesak, supaya
kita bisa mengadakan itu sepanjang anggaran ada. Menurut saya, kalau
laboratorium sudah lengkap, berarti mahasiswa semakin berkualitas.
Kemu-dian juga perpustakaannya akan saya benahi karena setiap tahun ada
anggaran untuk penambahan buku-buku, jurnal elekronik dan sebagainya.
Untuk hal-hal kedepan yang ingin dicapai ?
Saya kira kita akan targetkan dulu apa yang sudah diprogramkan, agar
bisa tercapai dengan baik. Memang kita harus lebih banyak kreasi untuk
menambah program, tergantung pada ide, pengalaman dan wawasan. Sebab
semakin banyak kita bekerjasama dengan perguruan tinggi yang maju tentu
kita mampu mengadopsi apa yang baik dan yang sebaliknya tidak boleh kita
lakukan.
0 komentar:
Posting Komentar