| Salah satu kegiatan mahasiswa baru (Acel) |
Mereka menilai memasuki dunia kampus
adalah suatu cara untuk melompat ke tingkatan yang lebih tinggi, baik
itu dari kaca mata pendidikan ataupun status sosial.
Bagi Yulius Abbas, mahasiswa baru (maba)
Jurusan Ilmu Pemerintahan, memasuki dunia kampus merupakan suatu alasan
untuk menjadi seorang pemimpin yang bermoral dengan proses yang panjang
dan tidak mudah tentunya.
Lain halnya dengan Jezhinta, mahasiswi
baru yang terdaftar di Fakultas Sastra ini, baginya, mahasiswa adalah
suatu tingkatan yang lebih tinggi dalam menuntut ilmu untuk mencapai
cita-cita.
Melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan
Kampus Mahasiswa Baru, Ia menilai banyak sisi positif didalamnya, baik
itu kekeluargaan antara senior dengan junior maupun pelajaran berharga
yang didapat dari kegiatan ini.
“Dapat mengenali kehidupan kampus dan
memperoleh banyak pengetahuan, walaupun sering tertekan dengan tindakan
senior-senior,” jelas mahasiswi yang akrab dipanggil jesi.
Sedangkan menurut Sandy Randang, yang
menjadi ‘jendral’ mahasiswa baru Fisip Unsrat, perasaan terkesan saat
mengikuti PK2MB tak bisa dihindari, melalui kegiatan ini banyak teman
baru yang ia dapatkan.
Sebagai mahasiswa yang mengikuti PK2MB
sandy mengharapkan Unsrat bisa meningkatkan kualitas dalam
bersosialisasi ke sekolah-sekolah, agar dapat meningkatkan daya tarik
mahasiswa untuk masuk ke Universitas ini.
Pendapat berbeda muncul dari Dirham Van
Rate, Mahasiswi jurusan ilmu komunikasi melihat PK2MB dari dua sisi,
positif dan negatif. Sisi positif kegiatan ini, menurut Dirham, bisa
dilihat dari pengetahuan tentang kehidupan kampus, mendapat banyak teman
dan mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan.
Namun, Dirham melihat sisi negatif PK2MB
dari tindak kekerasan yang sering terjadi didalamnya. Perkelahian yang
tak terhindarkan antara senior dan junior merupakan “nilai merah” dari
kegiatan tahunan ini.
Ia menyesali tindakan senior yang sering
mengucapkan kata-kata kotor dalam melakukan pembinaan kepada mahasiswa
baru. Sadar atau tidak ini sangat mempengaruhi psikologi dari mahasiswa
baru, jelasnya.
“Wah, senior-senior bisa berkata kotor. Kita (Junior) juga boleh donk,” ungkap Dirham.
Kedepannya, Dirham berharap senior bisa memberikan contoh positif bagi mahasiswa baru, sehingga tujuan dari ospek bisa tercapai.
“Jangan merasa diri sebagai senior, jika belum bisa memberi contoh positif bagi mahasiswa baru,” pungkas Dirham. (Andro/Reinhard/Rendy/Themmy)
0 komentar:
Posting Komentar