![]() |
| (Terlihat beberapa mahasiswa yang ikut memeriahkan pesta demokrasi fisipol Unsrat) |
Tepat
pukul 10 malam, proses penghitungan suara oleh KPUM berakhir. Hasil pemilihan
yang didapatkan ialah Yokpedi-Chika = 326 suara, Debora-Retno = 145 suara,
Reinaldi-Muhtar = 356 suara, dan Febrianto-Marchel = 179 suara. Hasil
penghitungan suara oleh KPUM yang menghadirkan saksi dari masing-masing
kandidat serta diikuti oleh Pembantu Dekan III Fisip, dan Donald Monintja
S.Sos, Msi memenangkan pasangan nomor urut 3, Reinaldi-Muhtar sebagai ketua
senat dan wakil ketua senat terpilih periode 2013-2014.
Dalam
wawancara dengan kru Inovasi, Ray mengungkapkan kegembiraannya atas kemenangan
yang didapat. “senang, saya merasa luar biasa. Memang torang nda menyangka ada
di posisi ini. Deng torang mengucapkan terima kasih pa torang pe tim. Memang
kalo nda ada dorang, torang nda mo jadi”
Baru
beberapa menit menjabat pemimpin mahasiswa Fisip, wakil ketua senat langsung
berkomitmen untuk tetap menjalankan janji-janjinya seperti yang tertulis dalam
lembaran visi-misinya ketika mencalonkan diri. “Kami berdua sebagai kandidat
yang terpilih tidak akan pernah lupa dengan janji kami. Kami akan mencoba dalam
satu periode, kami akan melakukan apa yang sudah kami sepakati bersama” ujar
Muhtar, wakil Ketua senat terpilih.
Ketika
disinggung soal langkah awal dalam pelaksanaan program, Ray memaparkan, “Cenderung
akan lebih mengoptimalkan menyerap aspirasi mahasiswa. Ada keluhan-keluhan apa,
menjalankan mediator komunikator yang baik, baik dari pimpinan ke mahasiswa dan
sebaliknya dari mahasiswa ke pimpinan.”
Menariknya,
komitmen yang disampaikan Ray-Muhtar dalam menyerap aspirasi mahasiswa belum
kelihatan ketika tim Inovasi menanyakan pendapat mereka tentang penerapan Uang
Kuliah Tunggal di Unsrat.“Kalo mengenai uang kuliah tunggal, menurut kita
sendiri ada depe positif, ada depe negatif. Kalo positif sendiri karna ada subsidi silang, bagaimana orang dari
golongan kaya ba subsidi pa yang nda mampu. Kalo depe negatif, ada
ketidakadilan. Di fisip sendiri ada yang ba bayar 500 ribu, deng ada yang sampe
8 juta-an”
Pendapat
yang cenderung menjelaskan dampak positif dan negatif UKT, tanpa menunjukkan sikap
yang jelas dari Senat Fisip terhadap penerapan UKT di Unsrat, mungkin dapat
dimaklumi, mengingat belum lamanya mengecap kursi kepemimpinan mahasiswa Fisip.
Salah
satu mahasiswa Fisip yang enggan menyebut namanya, ketika ditanyakan harapannya
bagi Senat yang terpilih mengungkapkan, “Semoga Senat yang terpilih tidak hanya
sebar janji dan mampu merakyat. Sehingga mampu menampung aspirasi dari teman-teman
mahasiswa. Dan juga dapat membuat lebih banyak kegiatan yang berbau seni dan
mendukung organisasi-organisasi mahasiswa yang ada”. (red-Ino)

0 komentar:
Posting Komentar