Jumat, 15 November 2013

Kemenangan Mutlak untuk Reinaldi-Muhtar

(Terlihat beberapa mahasiswa yang ikut memeriahkan pesta demokrasi fisipol Unsrat)

Tepat pukul 10 malam, proses penghitungan suara oleh KPUM berakhir. Hasil pemilihan yang didapatkan ialah Yokpedi-Chika = 326 suara, Debora-Retno = 145 suara, Reinaldi-Muhtar = 356 suara, dan Febrianto-Marchel = 179 suara. Hasil penghitungan suara oleh KPUM yang menghadirkan saksi dari masing-masing kandidat serta diikuti oleh Pembantu Dekan III Fisip, dan Donald Monintja S.Sos, Msi memenangkan pasangan nomor urut 3, Reinaldi-Muhtar sebagai ketua senat dan wakil ketua senat terpilih periode 2013-2014.
Dalam wawancara dengan kru Inovasi, Ray mengungkapkan kegembiraannya atas kemenangan yang didapat. “senang, saya merasa luar biasa. Memang torang nda menyangka ada di posisi ini. Deng torang mengucapkan terima kasih pa torang pe tim. Memang kalo nda ada dorang, torang nda mo jadi”
Baru beberapa menit menjabat pemimpin mahasiswa Fisip, wakil ketua senat langsung berkomitmen untuk tetap menjalankan janji-janjinya seperti yang tertulis dalam lembaran visi-misinya ketika mencalonkan diri. “Kami berdua sebagai kandidat yang terpilih tidak akan pernah lupa dengan janji kami. Kami akan mencoba dalam satu periode, kami akan melakukan apa yang sudah kami sepakati bersama” ujar Muhtar, wakil Ketua senat terpilih.
Ketika disinggung soal langkah awal dalam pelaksanaan program, Ray memaparkan, “Cenderung akan lebih mengoptimalkan menyerap aspirasi mahasiswa. Ada keluhan-keluhan apa, menjalankan mediator komunikator yang baik, baik dari pimpinan ke mahasiswa dan sebaliknya dari mahasiswa ke pimpinan.”
Menariknya, komitmen yang disampaikan Ray-Muhtar dalam menyerap aspirasi mahasiswa belum kelihatan ketika tim Inovasi menanyakan pendapat mereka tentang penerapan Uang Kuliah Tunggal di Unsrat.“Kalo mengenai uang kuliah tunggal, menurut kita sendiri ada depe positif, ada depe negatif. Kalo positif sendiri karna  ada subsidi silang, bagaimana orang dari golongan kaya ba subsidi pa yang nda mampu. Kalo depe negatif, ada ketidakadilan. Di fisip sendiri ada yang ba bayar 500 ribu, deng ada yang sampe 8 juta-an”
Pendapat yang cenderung menjelaskan dampak positif dan negatif UKT, tanpa menunjukkan sikap yang jelas dari Senat Fisip terhadap penerapan UKT di Unsrat, mungkin dapat dimaklumi, mengingat belum lamanya mengecap kursi kepemimpinan mahasiswa Fisip.
Salah satu mahasiswa Fisip yang enggan menyebut namanya, ketika ditanyakan harapannya bagi Senat yang terpilih mengungkapkan, “Semoga Senat yang terpilih tidak hanya sebar janji dan mampu merakyat. Sehingga mampu menampung aspirasi dari teman-teman mahasiswa. Dan juga dapat membuat lebih banyak kegiatan yang berbau seni dan mendukung organisasi-organisasi mahasiswa yang ada”. (red-Ino)


0 komentar:

Posting Komentar