Kekisruhan
yang terjadi dalam internal Universitas Sam Ratulangi (baca: Unsrat) belum
berakhir. Pekan lalu, Prof. Max Mantik SpA, Guru besar di Fakultas Kedokteran
dalam orasinya hari Selasa (25/2) menyampaikan Mosi Tidak Percaya kepada Rektor
Unsrat di hadapan rektor, dan para demonstran yang terdiri dari mahasiswa,
dosen, serta alumni fakultas Kedokteran.
Berikut
adalah pernyataan resmi yang disampaikan
dalam orasinya yang sempat direkam kru Inovasi di depan gedung Rektorat Unsrat.
1. Rektor
tidak mematuhi etika kaidah hukum yang berlaku
2. Rektor
mengintervensi atau merekayasa proses pemilihan Dekan yang menimbulkan
penolakan dari civitas akademika Fakultas Kedokteran Unsrat.
3. Kegagalan
kepemimpinan rektor Unsrat dapat mengakibatkan proses pendidikan yang tidak
kondusif.
4. Ada
kecenderungan membangun rezim dan membentuk tirani di Unsrat.
“Kami
menyatakan ini karena kecintaan kami kepada bapak rektor, dengan ini kami
menyatakan Mosi Tidak Percaya, dan
menuntut rektor Universitas Sam Ratulangi segera mengundurkan diri” tandas Max mengakhiri orasinya, disambut dengan
tepuk tangan para demonstran.(Dd)
0 komentar:
Posting Komentar