Kau bilang harimu terusik
Perempuan bertudung itu tiada hentinya
Tak lelah ia terus ketik kata
Empat huruf tersabda namamu
Tanpa rasa
malu
Karena ia menyayangmu,
memujamu
Tak peduli dirinya hujan atau menjelma
awan
Kau sebut "ia" perempuan itu,
kau tanpa rasa namun
Ia terus berlari menggapai bintangnya:
Kamu.
Rasa yang tidak akan lelah. tidak
pernah.
Kau bilang ia pengganggu.
"hai!"
"Aku rindu..."
Kau membatu,
Kau tetap sebut 'ia' perempuan itu
pengganggu.
0 komentar:
Posting Komentar