Kamis, 10 April 2014

Kau sebut ia, Perempuan itu..


Kau bilang harimu terusik
Perempuan bertudung itu tiada hentinya
Tak lelah ia terus ketik kata
Empat huruf tersabda namamu
Tanpa rasa malu                            
Karena ia menyayangmu,
memujamu
Tak peduli dirinya hujan atau menjelma awan
Kau sebut "ia" perempuan itu, kau tanpa rasa namun
Ia terus berlari menggapai bintangnya: Kamu.
Rasa yang tidak akan lelah. tidak pernah.
Kau bilang ia pengganggu.
"hai!"
"Aku rindu..."
Kau membatu,
Kau tetap sebut 'ia' perempuan itu pengganggu.

@frnnisa

0 komentar:

Posting Komentar