Selasa, 17 Juni 2014

Dua Jam Bersama Anak SMA Tanawangko



Orang boleh pintar setinggi langit, namun selama dia tak menulis, ia akan hilang dari keabadian dan sejarah – Pramoedya Ananta Toer
Kutipan yang dituliskan Pramoedya Ananta Toer dalam bukunya Tetralogi Pulau Buruh menjadi  kata magis bagi kru-Inovasi dalam memotivasi anak-anak SMA di Tanawangko untuk menulis.    
Pukul 9 lewat beberapa menit, sepuluh orang kru- Inovasi tiba di halaman sekolah SMA Negeri 1 Tanawangko. Seluruh kru langsung disambut pak Ferdinand, kontak person yang diberikan sekolah saat beberapa hari lalu memberikan surat pengantar ke sekolah. Kami diajak bertemu dengan Kepala sekolah yang sedang menunggu di ruangannya. Usai bercakap-cakap sebentar, kami diantar ke aula sekolah. Di ruangan ini, puluhan anak-anak yang mengenakan putih abu-abu duduk manis menunggu, ada beberapa juga yang masih berdatangan, dan terlihat mengambil bangku di ruang sebelah.
            Kegiatan dibuka oleh Ichal, lelaki berkacamata dengan dialek khas Papua. Dia menyampaikan beberapa pengantar, sekaligus mengenalkan kami satu per satu. Lalu kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang Pers, dan Jurnalistik oleh Deysi, selaku Pimpinan Umum Lembaga Pers Mahasiswa Inovasi Universitas Sam Ratulangi. Seluruh kru Inovasi yang datang juga turut hadir membagi pengalaman mereka selama di Inovasi serta memberi motivasi bagi anak-anak SMA yang hadir. Kru Inovasi yang hadir dalam sosialisasi dan distribusi ini Deysi, Ichal, Keyza, Alma, Nita, Enggel, Bustamin, dan Arzhy.
            Menjelang akhir kegiatan, kru Inovasi memberi tantangan bagi anak-anak SMA, seperti Membaca salah satu puisi yang ada di majalah Inovasi dengan gerakan dan ekspresi, menirukan gaya salah satu pembaca berita di televisi, bernyanyi, serta menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan kru terkait materi yang disampaikan tadi. Siswa-siswi yang berani mengikuti tantangan mendapat majalah Inovasi gratis.
Usai mengadakan sosialisasi dan distribusi majalah Inovasi di SMA negeri 1 Tanawangkko, maka kami beranjak melanjutkan ke sekolah SMA Galaxy yang ada di samping sekolah SMA N 1 Tanawangko. Beruntunglah kedua sekolah ini berjarak sangat dekat, jadi kami tidak menghabiskan banyak energy untuk berpindah lokasi. Kegiatan sosialisasi dan distribusi yang diadakan di SMA 1 Galaxy juga tergolong lancar, anak-anak aktif dalam kuis yang diberikan. Di sekolah ini, beberapa anak antusias membeli majalah Ino.(Ino-red)

Arzhy-kru Inovasi membuka kegiatan di SMA Galaxy Tanawangko

Kezia - kru Inovasi memipin doa buka di SMA N 1 Tanawangko

Deysi-kru Inovasi membawakan materi di SMA N 1 Tanawangko

Jessica membacakan puisi

Christian ikuti kuis peragakan Jeremy Teti membaca berita

membaca puisi penuh ekspresif

Arzhy membagi pengalaman di SMA N 1 Tanawangko

Ichal akan membacakan puisi untuk Jessica

SMA Galaxy tampak belakang

salah seorang siswa membaca majalah Inovasi

SMA Galaxy- salah seorang siswa mengikuti kuis menjawab pertanyaan

Enggel - membagi pengalaman di Inovasi

seluruh kru Inovasi di SMA N 1 Tanawangko

Ichal saat membuka kegiatan di SMA N 1 Tanawangko

Alma- menambahkan materi dan membagi pengalaman di Inovasi

0 komentar:

Posting Komentar