Orang
boleh pintar setinggi langit, namun selama dia tak menulis, ia akan hilang dari
keabadian dan sejarah – Pramoedya Ananta Toer
Kutipan
yang dituliskan Pramoedya Ananta Toer dalam bukunya Tetralogi Pulau Buruh menjadi
kata magis bagi kru-Inovasi dalam
memotivasi anak-anak SMA di Tanawangko untuk menulis.
Pukul
9 lewat beberapa menit, sepuluh orang kru- Inovasi tiba di halaman sekolah SMA
Negeri 1 Tanawangko. Seluruh kru langsung disambut pak Ferdinand, kontak person
yang diberikan sekolah saat beberapa hari lalu memberikan surat pengantar ke
sekolah. Kami diajak bertemu dengan Kepala sekolah yang sedang menunggu di
ruangannya. Usai bercakap-cakap sebentar, kami diantar ke aula sekolah. Di
ruangan ini, puluhan anak-anak yang mengenakan putih abu-abu duduk manis
menunggu, ada beberapa juga yang masih berdatangan, dan terlihat mengambil
bangku di ruang sebelah.
Kegiatan dibuka oleh Ichal, lelaki berkacamata dengan
dialek khas Papua. Dia menyampaikan beberapa pengantar, sekaligus mengenalkan
kami satu per satu. Lalu kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang
Pers, dan Jurnalistik oleh Deysi, selaku Pimpinan Umum Lembaga Pers Mahasiswa
Inovasi Universitas Sam Ratulangi. Seluruh kru Inovasi yang datang juga turut
hadir membagi pengalaman mereka selama di Inovasi serta memberi motivasi bagi
anak-anak SMA yang hadir. Kru Inovasi yang hadir dalam sosialisasi dan
distribusi ini Deysi, Ichal, Keyza, Alma, Nita, Enggel, Bustamin, dan Arzhy.
Menjelang akhir kegiatan, kru Inovasi memberi tantangan
bagi anak-anak SMA, seperti Membaca salah satu puisi yang ada di majalah
Inovasi dengan gerakan dan ekspresi, menirukan gaya salah satu pembaca berita
di televisi, bernyanyi, serta menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan kru terkait
materi yang disampaikan tadi. Siswa-siswi yang berani mengikuti tantangan
mendapat majalah Inovasi gratis.
Usai
mengadakan sosialisasi dan distribusi majalah Inovasi di SMA negeri 1
Tanawangkko, maka kami beranjak melanjutkan ke sekolah SMA Galaxy yang ada di
samping sekolah SMA N 1 Tanawangko. Beruntunglah kedua sekolah ini berjarak
sangat dekat, jadi kami tidak menghabiskan banyak energy untuk berpindah
lokasi. Kegiatan sosialisasi dan distribusi yang diadakan di SMA 1 Galaxy juga
tergolong lancar, anak-anak aktif dalam kuis yang diberikan. Di sekolah ini,
beberapa anak antusias membeli majalah Ino.(Ino-red)
 |
| Arzhy-kru Inovasi membuka kegiatan di SMA Galaxy Tanawangko |
 |
| Kezia - kru Inovasi memipin doa buka di SMA N 1 Tanawangko |
 |
| Deysi-kru Inovasi membawakan materi di SMA N 1 Tanawangko |
 |
| Jessica membacakan puisi |
 |
| Christian ikuti kuis peragakan Jeremy Teti membaca berita |
 |
| membaca puisi penuh ekspresif |
 |
| Arzhy membagi pengalaman di SMA N 1 Tanawangko |
 |
| Ichal akan membacakan puisi untuk Jessica |
 |
| SMA Galaxy tampak belakang |
 |
| salah seorang siswa membaca majalah Inovasi |
 |
| SMA Galaxy- salah seorang siswa mengikuti kuis menjawab pertanyaan |
 |
| Enggel - membagi pengalaman di Inovasi |
 |
| seluruh kru Inovasi di SMA N 1 Tanawangko |
 |
| Ichal saat membuka kegiatan di SMA N 1 Tanawangko |
 |
| Alma- menambahkan materi dan membagi pengalaman di Inovasi |
0 komentar:
Posting Komentar