Selasa, 17 Juni 2014

TULUS Musik, eksistensi, dan independensi



konferensi pers bersama jurnalis dan calon jurnalis


Salam Pembuka konferensi pers

Tulus tersenyum menanggapi pertanyaan jurnalis
Masih belum banyak masyarakat awam yang mengenal musisi muda nan berbakat, Tulus. Pilihannya untuk berkarir sebagai musisi independen menjadikan Tulus sebagai musisi yang khas dan kaya akan karya. Selasa (17/06) penyanyi talented dengan nama lengkap Muhammad Tulus Rusydi ini berkunjung ke kota Manado. Kedatangannya ke Manado selain sebagai bintang tamu pada event yang diadakan oleh salah satu media cetak lokal Manado, juga untuk menghibur para teman tulus (sebutan untuk fans page tulus) yang ada di kota manado. Tulus tiba di kota manado sekitar pukul 04.00 WITA dan kemudian melakukan Press conference ballrom hotel Aston manado. 

Tulus merupakan musisi muda Indonesia yang memilih berada di jalur indie label. Karena pilihannya tersebutlah maka kurang dari masyarakat terlebih khusus kota Manado yang tahu musisi jazz asal Bandung ini. Kepiawaiannya dalam menggarap lirik dan video klip nya sendiri tanpa bergantung kepada major label menjadikan Tulus sebagai salah satu satu dari sekian musisi multi talenta kebanggaan Indonesia. Tulus merilis album perdananya pada september 2011. Namanya semakin populer di kalangan penikmat musik jazz di Indonesia. Di awali dengan lagu-lagunya seperti Sewindu, Teman Hidup, Kisah Sebentar, Tuan Nona Kesepian, dan Jatuh Cinta, yang merajai chart-chart di radio-radio di seluruh Indonesia. Hingga lagunya ‘teman hidup’ maraih peringkat satu di chart acara musik salah satu TV nasional.

Sebagai pendatang baru, Tulus semakin bersinar. Hal ini dapat di lihat dengan semakin banyaknya penggemar yang menyanyikan lagu-lagunya. Dan di kota Manado sendiri antusiasme penggemar terlihat dengan banyaknya anak muda yang datang ke mantos 2 untuk menyaksikan idolanya tampil. Euforia semakin terasa saat Tulus muncul ke atas panggung dan membuka penampilannya dengan lagu ‘baru’ dari album keduanya. Beberapa penggemar memadati pinggir panggung sambil berteriak histeris.

Di tengah konferensi pers ada seseorang peserta yang bertanya tentang penjualan albumnya. Dengan ramah ia menjawab, “Sampai saat ini album kedua Tulus setelah tiga bulan rilis hasil penjualannya mencapai 80.000 copy. Bahkan itu diluar i-tunes dan media digital lainnya”.

Bagi seorang tulus, berkarya di jalur indie label lebih memberikan banyak keuntungan. Salah satu di antaranya adalah ia bebas berkarya dan menulis lirik tanpa harus mengikuti tuntutan label yang menaunginya. Selain itu keuntungan lainnya adalah adanya transparansi dalam hal penjualan karena dia yang mengolah sendiri musik dan video klipnya.

Saat kru Inovasi bertanya tentang maksud dari konsep video klip-nya yang terkadang sulit di artikan  dengan senyum ia menjawab “Saya suka membuat video klip yang sifatnya multi interpretasi, setiap orang bebas punya penafsiran sendiri”.

Dengan karya yang di hasilkan, Tulus mampu membuktikan bahwa tanpa keterlibatan major label pun karya berkualitas dapat di hasilkan. Dengan kemauan dan kerja keras apapun mimpi kita, tidak akan sulit diraih.

Pesan dari Tulus terakhir adalah tetap terus berkarya. Lakukan apa yang kita cintai. Saat ditanya darimana datangnya inspirasi karya musiknya, Tulus menjawab “Inspirasi saya datang dari hati, dan otak” ujarnya sambil tersenyum menutup  konferensi pers. (Ino)

0 komentar:

Posting Komentar