Kepedulian KMPA Tunas Hijau, Di kawasan Zero Point kota Manado, hari ini (16/02/2015) sekitar pukul 16.00 WITA, berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di antaranya LBH Manado, YDRI, LMND, GMNI, SALUT, LCKI, KSBSI dan KMPA Tunas Hijau yang tergabung dalam “Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi” menggelar suatu aksi SAVE KPK, terkait kisruh yang sedang melanda dua institusi hukum besar dinegeri ini yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia (POLRI). Aksi yang berjalan kurang lebih dua jam tersebut, berlangsung aman dan damai.
Salah satu kelompok yang bergerak dalam pecinta alam bernamakan
Kaum Muda Pecinta Alam (KMPA) Tunas Hijau turut serta mengikuti aksi ini. Jika melihat
latar belakang KMPA Tunas Hijau memang terbilang unik mengenai pertikaian KPK
dan POLRI saat ini, bukan berarti KMPA Tunas Hijau hanya peduli dengan isu-isu
terhadap lingkungan saja. Jelas, ini bukti kepedulian mereka terhadap setiap
permasalahan yang terjadi menyangkut kehidupan Rakyat Indonesia, khususnya di
Sulawesi Utara.
Tidak hanya melakukan aksi, KMPA Tunas Hijau juga turut
membantu dalam persiapan yang dilakukan dalam aksi tersebut. “sebelum kami
turun ke jalan, kami sempat membantu membuat tulisan-tulisan menyangkut isu,
untuk mempersiapkan aksi SAVE KPK” ujar Iin salah satu anggota KMPA Tunas
Hijau.
Bentuk
kepedulian KMPA Tunas Hijau menyangkut isu ini tidak hanya sampai di situ. KMPA
Tunas Hijau pun membuat suatu karya seni lewat jingle musiknya yang berjudul Koruptor Babi dan Basmi Babi, lagu ini menyangkut kegiatan praktek-praktek korupsi di
Negeri ini. “Kami menyadari, kami memang tidak bisa menangkap secara langsung pelaku-pelaku
korupsi. Jadi, kami melampiaskannya lewat jingle lagu yang berjudul Koruptor Babi dan Basmi Babi. Lagu ini bercerita tentang wakil rakyat yang sering
melakukan studi banding dengan menggunakan duit dari hasil rakyat kita, ironinya
hasil dari studi banding yang sering dilakukan para pejabat kita ke luar negeri,
ataupun keluar daerah. Belum mampu mencapai suatu tindakan yang jelas atau paling
tidak sedikit mengurangi masalah-masalah yang sedang dihadapi di Negeri ini. Dan
tebang pilih dalam menangkap pelaku korupsi masih saja terus terjadi di Negeri
kita yang tercinta.” Antusias Iin dalam membasmi tindakan-tindakan koruptor,
terucap satu kata syarat makna pun tercipta dari mulut Iin “Basmi!”.
Kaum Muda Pecinta Alam (KMPA) Tunas Hijau
'Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi'
©
LPM Inovasi UNSRAT.
0 komentar:
Posting Komentar