Sabtu, 23 Mei 2015

Jelajah tasikoki bersama Pendidikan Konservasi Tangkoko



Pendidikan Konservasi  Tangkoko (PKT) mengadakan ‘event terakhir’ bersama siswa sekolah dasar dan menengah  di periode 2014-2015. Event yang mengusung tema “generasi muda bisa selamatkan satwa liar sulawesi” ini diselenggarakan tepatnya hari jumat 22 mei 2015 di Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki (PPST) Bitung. Event ini merupakan akhir dari rangkaian kegiatan pembelajaran tentang konservasi dari PKT periode ini, di beberapa sekolah dasar dan sekolah menengah di wilayah Bitung, Minahasa Utara, dan Manado.

Kegiatan ini dibuka tepat pukul 08.00 di Aula Tasikoki, dengan dihadiri oleh 15 sekolah dari beberapa sekolah yang tersebar di Minahasa Utara. Dalam event ini Pendidikan Konservasi Tangkoko juga memberikan peresentasi tentang kegiatan pembelajaran yang selama ini telah diikuti oleh siswa. Selain presentasi dari PKT, ada pula presentasi dari partner pendidikan yaitu Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki (PPST) dan Selamatkan Yaki. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Dinas Pendidikan dan kebudayaan beserta guru-guru. Selain presentasi dan kegiatan lainnya di dalam ruangan, ada pula kegiatan di luar ruangan. Bentuk kegiataannya diantaranya jelajah tasikoki, pameran, dan flying fox. Event terakhir ini bertujuan untuk mendorong siswa lebih memahami apa yang telah mereka pelajari bersama PKT selama periode ini.

Pendidikan konservasi Tangkoko sendiri merupakan program pendidikan gagasaan Macaca Nigra Project. Program pendidikan ini memberikan pengajaran gratis tentang konservasi kepada siswa sekolah dasar dan menengah di beberapa sekolah. Berawal dari sekolah di wilayah Batu Putih Tangkoko kini PKT mengajar 18 sekolah yang tersebar di wilayah Bitung, Minut, hingga manado, dengan total 471 siswa. Di periode ini, PKT membagi kegiatan belajar dalam  6 bagian pelajaran. Pelajaran 1 tentang lingkungan, pelajaran 2 tentang Ekosistem, Pelajaran 3 tentang flora dan fauna, pelajaran 4 tentang Macaca Nigra, pelajaran 5 trip ke wilayah konservasi alam Tangkoko, pelajaran 6 tentang ancaman-ancaman kepunahan. 

Dalam kegiatan ini siswa diharapkan lebih mengetahui tentang lingkungan, tumbuhan, dan satwa dengan melihat langsung dari keadaan alam di Pusat penyelamatan Satwa Tasikoki. “Seperti slogan PKT ‘belajar dari alam berbuat untuk alam’ siswa selama ini hanya belajar di ruang kelas, meskipun kami pernah mengajak siswa untuk keluar, tapi disini sedikit lebih lengkap karena semua siswa yang kami ajar bisa bersama-sama mengerti, seperti mengerti mangroove yang mungkin selama ini hanya mereka lihat di buku. Kami harap siswa bisa lebih mengerti tentang lingkungan”. Demikian penjelasan dari asisten koordinator PKT Deyti Mekel. 

Sementara itu antusiasme siswa terlihat dari semangat mereka berkeliling untuk melihat satwa-satwa di Tasikoki. “saya sangat terkesan dengan satwa yang ada disini, karena ada beberapa satwa yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Bagus juga untuk anak-anak lebih paham tentang lingkungan” ujar Veronica rorong, guru SD INPRES 2 Airmadidi atas.

Dengan kegiatan ini diharapkan generasi muda khususnya di Sulawesi Utara dapat lebih mengenal dan menjaga alam. Belajar dari alam, berbuat untuk alam. (Ino)



siswa peserta event terakhir


 kegiatan di dalam ruangan

 jelajah tasikoki


 foto bersama PKT

0 komentar:

Posting Komentar