Pendidikan Konservasi Tangkoko (PKT) mengadakan ‘event terakhir’ bersama
siswa sekolah dasar dan menengah di periode
2014-2015. Event yang mengusung tema “generasi muda bisa selamatkan satwa liar sulawesi”
ini diselenggarakan tepatnya hari jumat 22 mei 2015 di Pusat Penyelamatan Satwa
Tasikoki (PPST) Bitung. Event ini merupakan akhir dari rangkaian kegiatan
pembelajaran tentang konservasi dari PKT periode ini, di beberapa sekolah dasar
dan sekolah menengah di wilayah Bitung, Minahasa Utara, dan Manado.
Kegiatan ini dibuka tepat pukul
08.00 di Aula Tasikoki, dengan dihadiri oleh 15 sekolah dari beberapa sekolah
yang tersebar di Minahasa Utara. Dalam event ini Pendidikan Konservasi Tangkoko
juga memberikan peresentasi tentang kegiatan pembelajaran yang selama ini telah
diikuti oleh siswa. Selain presentasi dari PKT, ada pula presentasi dari partner
pendidikan yaitu Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki (PPST) dan Selamatkan Yaki.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Dinas Pendidikan dan kebudayaan beserta
guru-guru. Selain presentasi dan kegiatan lainnya di dalam ruangan, ada pula
kegiatan di luar ruangan. Bentuk kegiataannya diantaranya jelajah tasikoki,
pameran, dan flying fox. Event terakhir ini bertujuan untuk mendorong siswa
lebih memahami apa yang telah mereka pelajari bersama PKT selama periode ini.
Pendidikan konservasi Tangkoko
sendiri merupakan program pendidikan gagasaan Macaca Nigra Project. Program
pendidikan ini memberikan pengajaran gratis tentang konservasi kepada siswa
sekolah dasar dan menengah di beberapa sekolah. Berawal dari sekolah di wilayah
Batu Putih Tangkoko kini PKT mengajar 18 sekolah yang tersebar di wilayah
Bitung, Minut, hingga manado, dengan total 471 siswa. Di periode ini, PKT
membagi kegiatan belajar dalam 6 bagian
pelajaran. Pelajaran 1 tentang lingkungan, pelajaran 2 tentang Ekosistem,
Pelajaran 3 tentang flora dan fauna, pelajaran 4 tentang Macaca Nigra,
pelajaran 5 trip ke wilayah
konservasi alam Tangkoko, pelajaran 6 tentang ancaman-ancaman kepunahan.
Dalam kegiatan ini siswa
diharapkan lebih mengetahui tentang lingkungan, tumbuhan, dan satwa dengan
melihat langsung dari keadaan alam di Pusat penyelamatan Satwa Tasikoki.
“Seperti slogan PKT ‘belajar dari alam berbuat untuk alam’ siswa selama ini
hanya belajar di ruang kelas, meskipun kami pernah mengajak siswa untuk keluar,
tapi disini sedikit lebih lengkap karena semua siswa yang kami ajar bisa
bersama-sama mengerti, seperti mengerti mangroove yang mungkin selama ini hanya
mereka lihat di buku. Kami harap siswa bisa lebih mengerti tentang lingkungan”.
Demikian penjelasan dari asisten koordinator PKT Deyti Mekel.
Sementara itu antusiasme siswa
terlihat dari semangat mereka berkeliling untuk melihat satwa-satwa di
Tasikoki. “saya sangat terkesan dengan satwa yang ada disini, karena ada
beberapa satwa yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Bagus juga untuk
anak-anak lebih paham tentang lingkungan” ujar Veronica rorong, guru SD INPRES
2 Airmadidi atas.
Dengan kegiatan ini diharapkan
generasi muda khususnya di Sulawesi Utara dapat lebih mengenal dan menjaga
alam. Belajar dari alam, berbuat untuk alam. (Ino)
siswa peserta event terakhir
kegiatan di dalam ruangan
jelajah tasikoki
foto bersama PKT



0 komentar:
Posting Komentar