Food Not Bombs manado
Bertepatan dengan hari lingkungan hidup sedunia (5/06/15) teman-teman dari Food Not Bombs (FnB) Manado tabling tepat di sebelah IT Center kota Manado. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang biasa dilakukan ‘food not boms’ dengan bentuk kegiatan membagi-bagikan makanan gratis kepada orang-orang. Kegiatan ini juga sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat Rembang dan pulau Bangka.
Food Not Bombs sendiri merupakan komunitas global yang mengorganisir kegiatan seperti mendistribusikan
makanan gratis kepada orang yang membutuhkan, menyediakan literatur yang berisi
informasi tentang kegiatan ataupun kampanye terkait isu perdamaian dan
keadilan, serta mengorganisir aksi-aksi lainnya seperti menyuarakan penolakan
terhadap perang, penindasan, dan kemiskinan di dunia.
Di Manado sendiri Food Not Bombs
telah beberapa kali dilaksanakan. Tahun pertama pelaksanaannya adalah tahun
2002.
Acara 5 juni kemarin, merupakan tabling pertama di Manado tahun ini setelah terakhir dilakukan pada
tahun 2011. Dimulai dengan membentangkan spanduk ‘FOOD NOT BOMBS’ tepat pukul
19.30 WITA teman-teman FnB Manado
kemudian membentangkan meja yang diatasnya telah diletakkan makanan vegetarian
dan mengundang orang-orang yang lewat untuk makan bersama. Prinsip vegetarian
sendiri dipilih karena vegetarianisme dianggap sebagai cara makan yang ramah
terhadap lingkungan. Alasan lainnya juga lebih ekonomis dan efisien dalam
pengolahan bahan mentah.
Selain mendistribusikan makanan,
FnB Manado juga membagi-bagikan pamflet diantaranya berisi penjelasan tentang
Food Not Bombs, frequently asked
question of FnB, dan kampanye berisi solidaritas Manado untuk masyarakat Rembang
dan Pulau Bangka.
Selebaran solidaritas sendiri
sengaja dibuat untuk mendukung perjuangan masyarakat Rembang yang hingga saat
ini masih bergerak menolak pabrik semen dan warga pulau bangka yang menolak
perusahaan tambang ilegal di daerahnya. Isi selebaran kurang lebih mengingatkan
warga Rembang dan Pulau Bangka bahwa mereka tidak berjuang sendiri. Teman-teman
FnB Manado turut mendukung perlawanan atas penindasan dari mereka yang berkuasa
dan bermodal, karena mereka tidak berhak merusak dan mengusik lingkungan dan
sumber hidup masyarakat di Rembang dan pulau Bangka.
Konsep awal dari Food Not Bombs adalah
me-recover makanan yang masih layak makan namun dibuang sebagai bentuk protes
terhadap perang dan kemiskinan. Gerakan ini diadopsi dari gerakan aktivis
nuklir sekitar tahun 80-an yang memprotes pengembangan nuklir dengan didasari
pemikiran bahwa yang dibutuhkan manusia adalah makanan (food) bukan senjata
(bombs). Makanan sejatinya adalah sumbel nutrisi bukan untuk ekploitasi.
Gerakan ini kemudian berkembang di seluruh dunia. Mereka yang tergabung
didalamnya adalah para sukarelawan yang berdedikasi untuk perubahan sosial
tanpa kekerasan. Di Indonesia sendiri FnB telah merambah di beberapa kota
dengan bentuk kampanye yang berbeda-beda, yang sama hanyalah tersedianya food (makanan) yang didistribusikan
gratis.
Dalam selebaran dijelaskan
meskipun bentuk kegiatannya dengan membagi-bagikan makanan tapi ini bukan acara
amal (yang mampu memberi kepada yang kurang mampu). Karena itu dalam aksi
teman-teman FnB berusaha seminimal mungkin melakukan pembelian terhadap
kebutuhan operasional kegiatan dengan harapan kegiatan ini bisa membuka lebih
banyak mata manusia bahwa kekurangan akan pangan di bumi adalah karena
kerakusan manusia sendiri. Kerusakan lingkungan adalah karena manusia yang
terlalu eksploitatif.
Food not Bombs Manado membuka
tempat bagi semua orang khususnya di Manado yang ingin bersolidaritas
bersama-sama menolak kekerasan, penindasan, kemiskinan dan kelaparan di dunia.
Karena akses makanan adalah hak semua manusia, bukan hanya milik mereka yang
kaya saja. Karena bumi cukup untuk mencukupi kebutuhan manusia tapi tidak untuk
kerakusannya. (Ino)
Untuk informasi FnB Manado :



Nice :D
BalasHapus