Sabtu, 06 Juni 2015

Food Not Bombs Manado "Solidaritas untuk Rembang dan Pulau Bangka"

Food Not Bombs manado

Bertepatan dengan hari lingkungan hidup sedunia (5/06/15) teman-teman dari Food Not Bombs (FnB) Manado tabling tepat di sebelah IT Center kota Manado. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang biasa dilakukan ‘food not boms’ dengan bentuk kegiatan membagi-bagikan makanan gratis kepada orang-orang. Kegiatan ini juga sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat Rembang dan pulau Bangka.

Food Not Bombs sendiri merupakan komunitas global yang mengorganisir kegiatan seperti mendistribusikan makanan gratis kepada orang yang membutuhkan, menyediakan literatur yang berisi informasi tentang kegiatan ataupun kampanye terkait isu perdamaian dan keadilan, serta mengorganisir aksi-aksi lainnya seperti menyuarakan penolakan terhadap perang, penindasan, dan kemiskinan di dunia.

Di Manado sendiri Food Not Bombs telah beberapa kali dilaksanakan. Tahun pertama pelaksanaannya adalah tahun 2002.

Acara 5 juni  kemarin, merupakan tabling pertama di Manado tahun ini setelah terakhir dilakukan pada tahun 2011. Dimulai dengan membentangkan spanduk ‘FOOD NOT BOMBS’ tepat pukul 19.30 WITA teman-teman FnB Manado  kemudian membentangkan meja yang diatasnya telah diletakkan makanan vegetarian dan mengundang orang-orang yang lewat untuk makan bersama. Prinsip vegetarian sendiri dipilih karena vegetarianisme dianggap sebagai cara makan yang ramah terhadap lingkungan. Alasan lainnya juga lebih ekonomis dan efisien dalam pengolahan bahan mentah.

Selain mendistribusikan makanan, FnB Manado juga membagi-bagikan pamflet diantaranya berisi penjelasan tentang Food Not Bombs, frequently asked question of FnB, dan kampanye berisi solidaritas Manado untuk masyarakat Rembang dan Pulau Bangka.

Selebaran solidaritas sendiri sengaja dibuat untuk mendukung perjuangan masyarakat Rembang yang hingga saat ini masih bergerak menolak pabrik semen dan warga pulau bangka yang menolak perusahaan tambang ilegal di daerahnya. Isi selebaran kurang lebih mengingatkan warga Rembang dan Pulau Bangka bahwa mereka tidak berjuang sendiri. Teman-teman FnB Manado turut mendukung perlawanan atas penindasan dari mereka yang berkuasa dan bermodal, karena mereka tidak berhak merusak dan mengusik lingkungan dan sumber hidup masyarakat di Rembang dan pulau Bangka.

Konsep awal dari Food Not Bombs adalah me-recover makanan yang masih layak makan namun dibuang sebagai bentuk protes terhadap perang dan kemiskinan. Gerakan ini diadopsi dari gerakan aktivis nuklir sekitar tahun 80-an yang memprotes pengembangan nuklir dengan didasari pemikiran bahwa yang dibutuhkan manusia adalah makanan (food) bukan senjata (bombs). Makanan sejatinya adalah sumbel nutrisi bukan untuk ekploitasi. Gerakan ini kemudian berkembang di seluruh dunia. Mereka yang tergabung didalamnya adalah para sukarelawan yang berdedikasi untuk perubahan sosial tanpa kekerasan. Di Indonesia sendiri FnB telah merambah di beberapa kota dengan bentuk kampanye yang berbeda-beda, yang sama hanyalah tersedianya food (makanan) yang didistribusikan gratis.

Dalam selebaran dijelaskan meskipun bentuk kegiatannya dengan membagi-bagikan makanan tapi ini bukan acara amal (yang mampu memberi kepada yang kurang mampu). Karena itu dalam aksi teman-teman FnB berusaha seminimal mungkin melakukan pembelian terhadap kebutuhan operasional kegiatan dengan harapan kegiatan ini bisa membuka lebih banyak mata manusia bahwa kekurangan akan pangan di bumi adalah karena kerakusan manusia sendiri. Kerusakan lingkungan adalah karena manusia yang terlalu eksploitatif.

Food not Bombs Manado membuka tempat bagi semua orang khususnya di Manado yang ingin bersolidaritas bersama-sama menolak kekerasan, penindasan, kemiskinan dan kelaparan di dunia. Karena akses makanan adalah hak semua manusia, bukan hanya milik mereka yang kaya saja. Karena bumi cukup untuk mencukupi kebutuhan manusia tapi tidak untuk kerakusannya. (Ino)

Untuk informasi FnB Manado :





1 komentar: