Oleh:
Mustika Muchtar
Di tengah hangatnya isu-isu lingkungan hidup
dalam beberapa dekade terakhir, masih banyak dari kita yang belum betul-betul
memahami arti penting alam dalam menunjang kehidupan kita sehari-hari. Salah
satu komponen alam yang nampak kurang diperhatikan masyarakat (umumnya di
perkotaan) saat ini adalah ekosistem pesisir. Beberapa dari kita mungkin kurang
menyadari bahwa ikan-ikan lezat, dan air bersih yang kita nikmati setiap hari
juga berkat kebaikan ekosistem di pesisir. Tempat yang mungkin bagi sebagian
dari kita tidak lebih dari sekedar tempat rekreasi ketika jenuh dengan
kepenatan kota.
Di dalam ekosistem pesisir terdapat ekosistem
mangrove, ekosistem lamun, dan terumbu karang. Ketiganya memiliki karakteristik
dan sifat-sifat yang berbeda, namun sinergitas di antara ketiganya selalu
terjalin dengan kuat dalam menunjang kehidupan kita di darat. Sayangnya, tangan
nakal dan keserakahan manusia tak jarang mengganggu jalinan kerja sama antara
ketiga ekosistem tersebut. Pada akhirnya manusia lah menanggung ulahnya
sendiri. Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keterkaitan ekosistem
pesisir dengan kehidupannya, dan pula banyak generasi muda yang kurang tertarik
mempelajarinya. Tidak perlu mendalami pengetahuan tentang ekosistem pesisir
terlalu jauh. Paling tidak kita mengerti bahwa kehidupan kita sangat bergantung
terhadap kesehatan ekosistem pesisir, dan jika salah satunya terganggu, maka
kita lah yang akan menerima dampaknya.
Jadi seperti apakah keterkaitan ekosistem pesisir
di atas bagi kehidupan manusia di darat ? Agar tidak terkesan ngawur, ada
baiknya jika dijelaskan melalui sudut pandang ilmiah.
Secara ekologis, mangrove, lamun, dan karang
memiliki keterkaitan satu sama lain. Baik dalam nutrisi terlarut, sifat fisik
air, partikel organik, migrasi satwa, hingga kegiatan manusia. Ekosistem
mangrove sebagai daerah peralihan antara air daratan dan lautan, menerima air
dari darat melalui sungai-sungai. Air tersebut akan disaring oleh sistem perakaran
mangrove, kemudian menuju ekosistem padang lamun yang dibantu oleh arus dan
gelombang.
Daun-daun pada tumbuhan lamun dapat memperlambat aliran air dan
menyaring endapan yang diangkutnya sehingga ekosistem air di daerah lamun
cenderung lebih tenang dan bersih. Pada akhirnya ekosistem terumbu karang
menerima air yang lebih jernih di banding kedua ekosistem sebelumnya. Ekosistem
terumbu karang berperan sebagai pelindung bagi ekosistem padang lamun dan
ekosistem mangrove dari hempasan gelombang dan arus yang datang dari laut lepas
(Bustami,2005).
Bagaimana pula jika hutan mangrove ditebang untuk
pemukiman, pembukaan lahan pertanian dan pertambakan. Hal-hal tersebut akan
mengakibatkan erosi sehingga mengeruhkan perairan. Proses fotosintesis juga
akan terhambat. Selain pemanfaatan mangrove yang merusak lingkungan,
pemanfaatan lamun dengan cara yang sama akan menyebabkan sedimentasi, mengingat
bahwa lamun mempunyai rhizoma yang saling mentilang yang berfungsi untuk
mengikat sedimen di dasar. Ditambah lagi apabila di daerah terumbu karang ada
organisme yang memakan suatu spesies ikan di sekitar daerah lamun. Lama
kelamaan populasinya akan habis jika terus menerus dieksploitasi secara
besar-besaran oleh manusia.
Satu lagi peran penting ekosistem pesisir yang belum
banyak diketahui masyarakat, yaitu karbon biru. Karbon biru merupakan karbon
yang diserap oleh ekosistem pesisir (mangrove, lamun, terumbu karang) yang
diperkirakan menyumbang kurang lebih 50 % oksigen yang kita hirup sehari-hari.
Peningkatan kandungan karbondioksida di udara adalah salah satu penyebab
pemanasan global. Jika terjadi pemanasan global oleh penebangan hutan mangrove
secara besar-besaran maka ini akan berpengaruh terhadap ekosistem terumbu
karang dan lamun. Misalnya zooxanthela pada terumbu karang akan keluar dari
karang akibat meningkatnya suhu perairan. Karang yang membutuhkan zooxanthela
dalam memproduksi zat-zat penting bagi pertumbuhannya akan mati sehingga
terjadi pemutihan karang (coral bleaching)
karena terumbu karang hanya bisa hidup pada suhu antara 25-29oC.
Dari penjelasan yang sengaja saya ambil
garis-garis besarnya saja, saya kira itu bukanlah teori yang sulit untuk
dipahami. Agar terasa mudah, mungkin kita bisa sesekali merenungi alam
ciptaan-Nya, Belajar memahami sistem alam maha kreatif yang telah ditata
sedemikian rupa. Banyak hikmah yang bisa kita petik dari sinergitas ekosistem
pesisir yang bekerja saling menunjang satu sama lain. Mangrove, lamun, dan
terumbu karang yang bekerja sama saling menyediakan air bersih, menyediakan
area transisi bagi ikan-ikan yang habitatnya sedang terganggu, serta saling
melindungi satu sama lain dari terjangan badai lautan lepas. Dan sebagian
manusia kita sudah sepatutnya bersinergi dengan alam bukan malah
mengeksploitasi dan menghancurkannya karena kehancuran disatu ekosistem saja
dapat menimbulkan ketimpangan bagi ekosistem lainnya.
Lautan dan isinya sejatinya memiliki banyak kisah
dapat menginpirasi manusia dalam menjalani kehidupan, itupun jika manusia
tertarik untuk merenunginya. Jadi, tidak akan ada ruginya jika kita turut
bekerja sama dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir, sebagaimana mereka
selalu menjaga kita.
Tanaman Mangrove di Pesisir

0 komentar:
Posting Komentar