Prof.
Dr. Ir. H. Musliar Kasim selaku Plt Rektor Universitas Sam Ratulangi (baca:
Unsrat) mengadakan pertemuan dengan perwakilan organisasi mahasiswa di ruang
sidang Rektorat lantai empat. Pertemuan yang dilaksanakan Rabu, (12/03)
merupakan salah satu upaya rektor yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan untuk membangun semangat perdamaian di Kampus yang
dikenal dengan falsafah, Sitou Timou-Tou
(Manusia hidup memanusiakan orang lain).
Saat
sesi tanya jawab, salah satu peserta dari fakultas Hukum, Krisdianto Maradesa,
spontan berdiri dan langsung menyampaikan permintaan maaf kepada fakultas
Teknik. “Kami dari seluruh mahasiswa fakultas Hukum Unsrat mengucapkan
permohonan maaf kepada seluruh masyarakat dan dan seluruh civitas Universitas
Sam Ratulangi khususnya fakultas Teknik terkait dengan insiden pembakaran
gedung yang diduga dilakukan oleh oknum dari mahasiswa fakultas Hukum.”
Pertemuan
ini menghasilkan beberapa poin penting diantaranya komitmen seluruh mahasiswa
Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) untuk mendukung upaya rekonsiliasi perdamaian
dan keamanan di Kampus, selain itu juga sejumlah mahasiswa yang hadir mewakili
kelembagaan mahasiswa di fakultas masing-masing menyatakan siap mengawal dan
mendukung, serta bekerja sama dengan aparat berwajib dalam mengusut tuntas
kasus pembakaran gedung dan motor fakultas Teknik.
Dari
pantauan kru Inovasi, tampak perwakilan dari fakultas Perikanan, fakultas Pertanian,
Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), fakultas Hukum, fakultas Teknik, dan
fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), serta perwakilan dari Badan
Eksekutif Mahasiswa (BEM). (Dedhe)

0 komentar:
Posting Komentar