Bahasa Sebagai Media dalam Berkomunikasi
oleh : Irma Maria Lontoh
“In human speech, different sounds have
different meanings.
To study this coordination of
certain sounds with certain meanings is to study language.”
(Leonard
Bloomfield, Language, 1933)
Kutipan
di atas merefleksikan bahwa bahasa perlu untuk dipelajari, baik itu dalam segi
makna ataupun bunyi. Keduanya merupakan satu kesatuan yang mempunyai ciri
masing-masing. Bunyi dan makna adalah
unsur pembeda yang diekspresikan dalam berkomunikasi.
Sebagai
makhluk sosial tentunya kita perlu berinteraksi, dan media yang digunakan dalam
mendukung interaksi kita dengan manusia yang lain, yaitu dengan berkomunikasi. Manusia memerlukan bahasa
sebagai alat. Dan alat yang digunakan adalah dengan menggunakan bahasa. Bahasa
merupakan suatu sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi
ujaran) yang bersifat arbitrer (manasuka), yang dapat diperkuat dengan
gerak-gerik badaniah yang nyata. Ia merupakan simbol karena rangkaian bunyi
yang dihasilkan oleh alat ucap manusia harus diberikan makna tertentu pula.
Simbol adalah tanda yang diberikan makna tertentu, yaitu mengacu kepada sesuatu
yang dapat diserap oleh panca indra. Atau juga bahasa adalah sistem lambang
bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja
sama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri (Goris Keraf dan Abdul Chaer ).
Bahasa mencakup dua bidang, yaitu vokal yang dihasilkan oleh alat ucap manusia,
dan makna atau arti yaitu hubungan antara rangkaian bunyi vokal dengan barang atau
hal yang diwakilinya. Bunyi juga merupakan getaran yang merangsang alat
pendengar kita (yang diserap oleh panca indra kita, sedangkan arti adalah isi
yang terkandung di dalam arus bunyi yang menyebabkan reaksi atau tanggapan dari
orang lain). Bahasa memberikan kemungkinan yang jauh lebih luas dan kompleks
daripada yang dapat diperoleh dengan mempergunakan media tadi. Bahasa haruslah
merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Dan bunyi itu sendiri haruslah merupakan
simbol atau perlambang.
Komunikasi
merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Komunikasi tidak akan
sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami oleh orang lain.
Dengan komunikasi pula kita mempelajari dan mewarisi semua yang pernah dicapai
oleh nenek moyang kita, serta apa yang dicapai oleh orang-orang yang sezaman
dengan kita. Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan maksud
kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama
dengan sesama warga. Ia mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan,
merencanakan dan mengarahkan masa depan kita (Gorys Keraf, 1997 : 4).
Kriteria
penggunaan bahasa yang baik adalah ketepatan memilih ragam bahasa yang sesuai
dengan kebutuhan komunikasi. Pemilihan ini bertalian dengan topik yang
dibicarakan, tujuan pembicaraan, orang yang diajak berbicara (kalau lisan) atau
pembaca (jika tulis), dan tempat pembicaraan. Selain itu, bahasa yang baik itu
bernalar, dalam arti bahwa bahasa yang kita gunakan logis dan sesuai dengan
tata nilai masyarakat kita. Penggunaan bahasa yang benar tergambar dalam
penggunaan kalimat-kalimat yang gramatikal, yaitu kalimat-kalimat yang memenuhi
kaidah tata bunyi (fonologi), tata bahasa, kosa kata, istilah, dan ejaan.
Penggunaan bahasa yang baik terlihat dari penggunaan kalimat-kalimat yang
efektif, yaitu kalimat-kalimat yang dapat menyampaikan pesan/informasi secara
tepat (Dendy Sugondo, 1999 : 21)..
Berbahasa
dengan baik dan benar tidak hanya menekankan kebenaran dalam hal tata bahasa,
melainkan juga memperhatikan aspek komunikatif. Bahasa yang komunikatif tidak
selalu harus merupakan bahasa standar. Sebaliknya, penggunaan bahasa standar
tidak selalu berarti bahwa bahasa itu baik dan benar. Sebaiknya, kita
menggunakan ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan disamping itu
mengikuti kaidah bahasa yang benar (Alwi, 1998: 21)
Dengan
demikian jelas bahwa bahasa memiliki peran yang sangat vital dalam kehidupan,
terutama dalam berkomunikasi. Dalam keberlangsungan suatu komunikasi tentunya
kita membutuhkan media yang disebut bahasa. Bahasa berperan sebagai sistem,
lambang, dan bunyi, untuk berinteraksi dan mengidentifikasi diri. Tanpa bahasa,
manusia tidak bisa berinteraksi dengan manusia lain. Tanpa interaksi, manusia
tidak dapat bekerja sama dengan manusia lain. Tanpa bahasa, manusia pun tidak
dapat mengenali dirinya.
Bahkan
pada era globalisasai ini faktor bahasa semakin menunjukkan kelasnya, karena
digunakan bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana
ekspresi diri manusia dimana perannya tidak dapat digantikan oleh sarana
komunikasi lainnya. Peranan bahasa ini dapat kita lihat dengan adanya
penyampaian informasi, penyebarluasan ilmu pengetahuan dan teknologi,
pengembangan seni budaya, pelaksanaan hubungan sosial kemasyarakatan, dan lain-lain
yang semuanya tak akan terlaksana dengan baik tanpa adanya campur tangan
bahasa. Mengingat betapa besar sumbangsih bahasa dalam kehidupan kita, sudah
semestinya bila kita berusaha untuk dapat memiliki kompetensi bahasa yang baik,
dengan menguasai kekayaan kaidah bahasa, kosa kata, gaya bahasa, diksi,
penyusunan kalimat yang tepat, dan sebagainya. Oleh sebab itu apa yang kita
inginkan dari penggunaan bahasa akan tercapai. Dan untuk mencapai suatu
kesempurnaan dalam penggunaan bahasa, kita juga perlu untuk mempelajarinya.
~ i ~
0 komentar:
Posting Komentar