Cara Belajar
Mahasiswa di Perguruan Tinggi
Belajar adalah perubahan yang relative permanen dalam
perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil pengalaman atau latihan yang
diperkuat. Di dunia pendidikan, terutama di Indonesia, dikenal dengan tingkatan-tingkatan
dalam pelajaran yang dibagi menjadi kategori sekolah dasar (SD), sekolah
menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA) dan perguruan tinggi.
Masing-masing
tingkatan memiliki materi dan cara belajar yang berbeda. Makin tinggi suatu
tingkatan pelajaran, makin diperlukannya kesadaran untuk menggapai ilmu
pengetahuan. Berbeda dengan SD, SMP, SMA dimana peran seorang pengajar (guru)
yang mendominasi dalam suatu kegiatan belajar mengajar, di Perguruan Tinggi
yang mendominasi justru kemampuan dan kesadaran mahasiswa sendiri untuk mencari
tahu dan memahami materi yang diberikan.
Agar
bisa membangun kesadaran dan keinginan untuk belajar tentu ada cara-cara yang
harus dilakukan, walaupun masih tergantung dari diri mahasiswa itu sendiri apakah
mau melakukannya atau tidak, seperti ;
1. Memperhatikan
jumlah kehadiran dalam suatu mata kuliah. Hal ini memang yang menjadi dasar
dalam belajar di Perguruan Tinggi, karena apabila mahasiswa jarang atau malas
menghadiri suatu mata kuliah, bagaimana ia bisa mengetahui dasar-dasar materi
yang harus ia pelajari?
2. Memprioritaskan
tugas. Sebagai manusia, banyak hal yang menjadi beban pikiran dan tanggung
jawab dalam kehidupan sehari-hari, namun sebagai mahasiswa, salah satu hal
untuk membantu belajar yaitu melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh
dosen.
3. Disiplin
waktu. Ada kalanya seorang mahasiswa sulit dalam belajar karena sulit membagi
waktu antara kegiatan perkuliahan, organisasi, dan sosial. Berkaitan dengan
poin diatas, sebaiknya kegiatan perkuliahan di nomor satukan karena itulah yang
menjadi alasan ia disebut mahasiswa.
4. Memanfaatkan
semua fasilitas yang ada untuk lebih mendalami materi. Sebut saja perpustakaan
dan internet. Tetapi, hal ini juga tergantung
dari pihak perguruan tinggi mengenai kelengkapan dan kenyamanan
fasilitas. Internet, dari segi penggunaannya ada 2 peran yang mempengaruhi
yaitu positif dan negatif tergantung bagaimana mahasiswa itu memanfaatkannya.
Hal-hal diatas
masih merupakan hal-hal umum yang pasti diketahui hampir semua orang soal
belajar dengan baik. Sayangnya, mahasiswa masa kini terjebak dalam ritme sosial
yang hanya melakukan poin satu dan dua yakni datang kuliah dan membuat
tugas sekedarnya. Belajar di perguruan
tinggi dianggap sebagai suatu kewajiban sehari-hari bujkan sebuah hak dalam
mencari ilmu.
Tidak dari segi mahasiswa, ada kalanya
pihak perguruan tinggi terlibat dalam cara belajar mahasiswa. Ada yang
memotivasi seperti poin empat tentang fasilitas dan pemberian beasiswa kepada
mahasiswa yang ingin belajar atau memiliki IP yang baik. Ada juga yang justru
mematikan semangat mahasiswa seperti dosen yang tidak hadir, fasilitas yang
kurang memadai bahkan tidak nyaman, yang membuat mahasaiswa tidak ‘betah’ untuk
mencari pengetahuan di dalam perguruan tinggi.
Akhirnya, semua kembali lagi ke dalam
diri sendiri seorang mahasiswa. Walaupun fasilitas tidak nyaman dan dosen
jarang masuk, tetapi ia masih memiliki semangat belajar yang tinggi, tidak
menutup kemungkinan ia akan mencapai tujuan dalam belajar. Sebaliknya ada juga
mahasiswa yang termakan zaman dimana ia bisa kehilangan fokus dalam mencapai
tujuannya masuk ke dunia Perguruan Tinggi.(Eribka - Kru baru Ino)
![]() |
| wulanmartiani.wordpress.com |

0 komentar:
Posting Komentar