Rabu, 04 Juni 2014

Cara Belajar Mahasiswa di Perguruan Tinggi



Cara Belajar Mahasiswa di Perguruan Tinggi

Belajar adalah perubahan yang relative permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil pengalaman atau latihan yang diperkuat. Di dunia pendidikan, terutama di Indonesia, dikenal dengan tingkatan-tingkatan dalam pelajaran yang dibagi menjadi kategori sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA) dan perguruan tinggi.
                Masing-masing tingkatan memiliki materi dan cara belajar yang berbeda. Makin tinggi suatu tingkatan pelajaran, makin diperlukannya kesadaran untuk menggapai ilmu pengetahuan. Berbeda dengan SD, SMP, SMA dimana peran seorang pengajar (guru) yang mendominasi dalam suatu kegiatan belajar mengajar, di Perguruan Tinggi yang mendominasi justru kemampuan dan kesadaran mahasiswa sendiri untuk mencari tahu dan memahami materi yang diberikan.
                Agar bisa membangun kesadaran dan keinginan untuk belajar tentu ada cara-cara yang harus dilakukan, walaupun masih tergantung dari diri mahasiswa itu sendiri apakah mau melakukannya atau tidak, seperti ;
1.       Memperhatikan jumlah kehadiran dalam suatu mata kuliah. Hal ini memang yang menjadi dasar dalam belajar di Perguruan Tinggi, karena apabila mahasiswa jarang atau malas menghadiri suatu mata kuliah, bagaimana ia bisa mengetahui dasar-dasar materi yang harus ia pelajari?
2.       Memprioritaskan tugas. Sebagai manusia, banyak hal yang menjadi beban pikiran dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari, namun sebagai mahasiswa, salah satu hal untuk membantu belajar yaitu melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen.
3.       Disiplin waktu. Ada kalanya seorang mahasiswa sulit dalam belajar karena sulit membagi waktu antara kegiatan perkuliahan, organisasi, dan sosial. Berkaitan dengan poin diatas, sebaiknya kegiatan perkuliahan di nomor satukan karena itulah yang menjadi alasan ia disebut mahasiswa.
4.       Memanfaatkan semua fasilitas yang ada untuk lebih mendalami materi. Sebut saja perpustakaan dan internet. Tetapi, hal ini juga tergantung  dari pihak perguruan tinggi mengenai kelengkapan dan kenyamanan fasilitas. Internet, dari segi penggunaannya ada 2 peran yang mempengaruhi yaitu positif dan negatif tergantung bagaimana mahasiswa itu memanfaatkannya.
Hal-hal diatas masih merupakan hal-hal umum yang pasti diketahui hampir semua orang soal belajar dengan baik. Sayangnya, mahasiswa masa kini terjebak dalam ritme sosial yang hanya melakukan poin satu dan dua yakni datang kuliah dan membuat tugas  sekedarnya. Belajar di perguruan tinggi dianggap sebagai suatu kewajiban sehari-hari bujkan sebuah hak dalam mencari ilmu.
        Tidak dari segi mahasiswa, ada kalanya pihak perguruan tinggi terlibat dalam cara belajar mahasiswa. Ada yang memotivasi seperti poin empat tentang fasilitas dan pemberian beasiswa kepada mahasiswa yang ingin belajar atau memiliki IP yang baik. Ada juga yang justru mematikan semangat mahasiswa seperti dosen yang tidak hadir, fasilitas yang kurang memadai bahkan tidak nyaman, yang membuat mahasaiswa tidak ‘betah’ untuk mencari pengetahuan di dalam perguruan tinggi.
        Akhirnya, semua kembali lagi ke dalam diri sendiri seorang mahasiswa. Walaupun fasilitas tidak nyaman dan dosen jarang masuk, tetapi ia masih memiliki semangat belajar yang tinggi, tidak menutup kemungkinan ia akan mencapai tujuan dalam belajar. Sebaliknya ada juga mahasiswa yang termakan zaman dimana ia bisa kehilangan fokus dalam mencapai tujuannya masuk ke dunia Perguruan Tinggi.(Eribka - Kru baru Ino)
wulanmartiani.wordpress.com

0 komentar:

Posting Komentar