Rabu, 04 Juni 2014

“Galaunya jadi mahasiswa dan bahagianya jadi mahasiswa”



“Galaunya jadi mahasiswa dan bahagianya jadi mahasiswa”
www.edotzherjunotz.com
                Duduk di bangku perguruan tinggi adalah harapan dari banyak generasi-generasi mudah. Bagaimana denganmu? Mungkin kamu bisa menjawabnya dalam hati, atau mungkin memang harapan anda atau bahkan harapan orang tua. Ini merupakan sebuah pertanyaan yang biasa diajukan para dosen ketika masuk kelas (pertemuan perdana saat mulai perkuliahan bagi mahasiswa baru).
                Lewat sebuah pertanyaan itu terkadang ada jawaban yang bunyinya “ ikut teman, ikut keinginan orang tua, atau ada yang lebih parah jawabannya aku tidak tahu. Ironis dengan jawaban seperti demikian. Tanpa kita sadari lewat ucapan kita tersebut, telah memberikan peluang suramnya masa depan kita. Melihat fenomena seperti ini seakan-akan kita tidak menyadari berlembar-lembar harapan menanti. Perubahan kearah yang lebih baik merupakan dambaan masyarakat.
                Di pundak kau dan aku menempel tanggungjawab akan hal itu. Tahukah kita? Korupsi waktu adalah satu contoh kecil yang biasanya kita lakoni. Pernahkah terfikir di benakmu akan pemborosan waktumu? Waktu tak pernah berhenti, sekalipun engkau memerintahnya untuk berhenti. Ketika kata penyesalan datang menghampirimu saat itu kau mulai terpuruk.
                Tidak sedikit di luar  sana saudara-saudari kita yang ingin menambah ilmu di perguruan tinggi. Namun hal demikian bukannya menjadi milik saudara-sadari kita. Putus sekolah dilatar belakangi oleh faktor keluarga , pergaulan, maupu ekonomi , tetapi ini merupakan fakta yang terjadi
                Tiba di mana ketika mahasiswa harus menerima hasil yang tidak memuaskan. Nilai yang sebenarnya tidak sesuai dengan hasil yang sebenarnya ia peroleh. Banyak di antara mahasiswa-mahasiswa hanya karena hubungan kekerabatan atau uang bergerak. Konsistensi tidak di perhatikan lagi. Pemandangan seperti ini dapat kita temui di setiap Universitas di seluruh  Nusantara baik negeri maupun swasta.
                Lain hal dengan para mahasiswa yang datangnya terlambat, suka ribut di kelas, BBM-an, dan bermain game dengan gadget mereka. Inilah kebiasaan-kebiasaan yang sering di lakukan mahasiswa saat di dalam kelas. Mereka merasa bahagia dengan kegiatan tersebut. Alhasil yang diperoleh begitui Amazing. Tanpa mereka sadari bahwa mereka memiliki tugas untuk mempertanggungjawabkan hasil tersebut.
                Syukuri dan hargai setiap usaha ataupun kemampuan mu. Sekecil apa pun itu banggalah dengan kebenaran yang kau lakukan. Jangan pernah kecil hati, lewat tindakan kecilmu itu dapat mengubah hidupmu asalkan engakau mau menekuninya.(Elfira-Kru Baru Ino)

0 komentar:

Posting Komentar