Selasa, 26 April 2016

FPIK : “Anyir, mar doi !”

“Menguatkan Potensi Perikanan dan Kelautan Bagi Masa Depan Sulawesi Utara”

Kemeriahan acara puncak Open Day Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan yang ke-3 berlangsung pada hari Sabtu (9/04) di Manado Town Square 2. Para pengunjung tidak hanya dihibur oleh penampilan para mahasiswa FPIK (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan) dan para peserta Creative Dance Competition. Seolah diliputi semacam keberuntungan, pengunjung Mantos 2 dihebohkan oleh kehadiran Mongol, Stand Up Comedian asal Manado yang tak sengaja melewati panggung acara Open Day FPIK. Atas permintaan panitia, Mongol pun bersedia mengisi acara pada siang hari itu dengan suka rela.

MarFish Open Day merupakan acara tahunan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat yang diselenggarakan bagi  siswa-siswa SMA/SMK untuk mengenal FPIK Unsrat dan jurusan-jurusan yang ada di dalamnya. Open Day ini juga sekaligus menjadi wadah bagi para siswa-siswi SMA se-Sulawesi Utara untuk mengembangkan bakat yang mereka miliki melalui berbagai kompetisi menarik, diantaranya adalah 3 on 3 Basket Ball Competition (Putra), English Speech Competition , dan Creative Dance Competition (umum). Total sekolah yang ikut berpartisipasi berjumlah 13 sekolah dari SMA/SMK se-Sulawesi Utara. MarFish Open Day juga dirangkaikan dengan ajang pemilihan Putra/Putri FPIK tahun 2016. Para finalisnya tentunya merupakan Mahasiswa dan Mahasiswi terbaik dari 6 program studi yang ada di FPIK. Finalis Putra/i FPIK juga telah melalui serangkaian proses karantina yang cukup berat selama satu minggu. Hingga akhirnya gelar Putra dan Putri FPIK disematkan kepada Yehezkiel Marpaung dan Gladys Poluan sebagai Putra dan Putri FPIK tahun 2016.

 Open Day FPIK tahun ini mengangkat tema “Strengthening MarFish for the Future of North Sulawesi” MarFish sendiri adalah jargon para Mahasiswa di FPIK, yaitu merupakan singkatan dari Marine and Fisheris, yang berarti Perikanan dan Kelautan dalam bahasa Indonesia.  Melalui tema ini, panitia penyelenggara ingin meyampaikan pesan kepada para calon Mahasiswa dan masyarakat luas mengenai potensi Perikanan dan Kelautan di daerah tercinta kita, Sulawesi Utara. Provinsi Sulawesi Utara yang terletak di segitiga terumbu karang dunia memiliki kekayaan 390 spesies terumbu karang dan berbagai jenis  ikan bernilai ekonomi tinggi (E. Turak and L. DeVantie: Reef-building corals of Bunaken National Park: Rapid ecological assessment of biodiversity and status) yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Mulai dari keanekaragaman hayati laut yang  berlimpah yang dimiliki Sulawesi Utara, hingga berbagai potensi pendukung lainnya seperti pariwisata, budidaya perikanan, industri pengolahan, produk farmasi laut, transportasi laut, dan kearifan lokal masyarakat pesisir pun menjadi anugrah yang tak ternilai.

Dalam beberapa tahun terakhir, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat memang agak gencar menyosialisasikan berbagai jurusan yang ada di FPIK kepada para calon mahasiswa, yaitu para pelajar SMA/SMK di berbagai daerah di Sulawesi Utara. Berbagai kerja sama antar universitas dari dalam dan luar negri juga telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di FPIK. Namun hingga saat ini jumlah mahasiswa FPIK sendiri memang masih kalah jika dibandingkan dengan fakultas-fakultas lain yang ada di Unsrat. Tetapi yang menjadi fokus utama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi  adalah bagaimana menyediakan lebih banyak sumber daya manusia bagi sektor perikanan dan kelautan yang berkualitas bagi Sulawesi Utara. Sampai saat ini baru 20% potensi perikanan yang mampu dimanfaatkan. Sedangkan nilai potensi perikanan yang kita miliki setiap tahunnnya bisa mencapai 320 Trilliun.

Sebagai Mahasiswa Perikanan dan Ilmu Kelautan, mereka yakin bahwa dengan memperkuat potensi Perikanan dan Kelautan di daerah Sulawesi Utara akan menjadi langkah yang tepat untuk menjamin masa depan masyarakat Sulawesi Utara yang lebih baik. Namun, potensi besar yang dimiliki tentunya tidak akan mampu dikelola dengan maksimal jika tidak dibarengi dengan jumlah sumberdaya manusia yang kompeten di dalamnya. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan sendiri memiliki 6 program studi, diantaranya : Manajemen Sumberdaya Perairan, Budidaya Perairan, Ilmu Kelautan, Teknologi Hasil Perikanan, Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, dan Agribisnis Perikanan. Ke-enam program studi tersebut tentunya memilki fokus yang berbeda-beda, tetapi kesemuanya sama-sama bertujuan untuk menghasilkan sarjana-sarjana FPIK yang berkualitas, dan diharapkan dapat mengelola sumberdaya perikanan dan kelautan yang berkelanjutan bagi Sulawesi Utara. (Tika)




Para Finalis Putra/Putri bersama Dekan dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan saat berfoto bersama (foto : Andre)
    
              Stand Up Comedian Mongol saat mengisi acara malam puncak MarFish Open Day 2016 (Foto : Nico)
Para juri final Pemilihan Putra/i FPIK saat melakukan penilaian (dari kiri : Luis Bangun (Wakil I Nyong Sulut), Stefan Obadja Voges (Nyong Sulut tahun 1996), dan Robin Kumambong (Duta Mahasiswa Genre Nasional) )


Seluruh Panitia MarFish Open Day 2016 bersama Para Finalis saat berfoto bersama



  

0 komentar:

Posting Komentar