foto oleh: Tessa Watung
Kumpulan mahasiswa dari berbagai kampus di SULUT pada hari ini (Rabu, 25/09/2019) menggelar aksi demo di depan gedung DPRD Sulawesi utara yang diawali dengan long march dari depan Lapangan Sparta Tikala hingga Kantor DPRD Sulut.
Para mahasiswa menyuarakan penolakan mereka terhadap
rancangan RUU KUHP, UU KPK, RUU Pertanahan, kenaikan iuran BPJS, dan isu lainnya
termasuk Konflik di Papua.
"DPR TIDAK PRO RAKYAT: Demokrasi Di Kebiri,
Reformasi di Korupsi" menjadi tema besar dalam aksi kali ini. Dalam
orasinya, para mahasiswa meneriakan penolakan terhadap RUU KUHP hingga meminta
untuk berhenti melibatkan Militer dalam masalah argraria.
Aksi ini sempat memanas hingga petugas kepolisian yang
berjaga di depan gedung DPRD SULUT harus melemparkan gas air mata untuk
membubarkan masa. akibatnya beberapa peserta aksi pingsan karena terkena gas
airmata.
"Saya harap tuntutan yang kami suarakan dapat didengar, dan RUU KUHP dibatalkan" kata SEKJEN MPM UNSRAT, Egi Ayis Ayurangga.
Pada akhirnya gerbang DPRD SULUT dibuka dan beberapa
mahasiswa diterima sejumlah anggota DPRD Sulut diantaranya Victor Mailangkay,
Amir Liputo, Richard Sualang, Sandra Rondonuwu, Melky Jakhin Pangemanan, Ivan
Lumentut, Fabian Kaloh, Yusra Alhabsy, dan Fransiskus Silagen.
Aksi ini berlangsung hingga pukul 17.00 wita dan
mahasiswa dengan tertib membubarkan diri dari depan gedung DPRD SULUT.
- Tessa Watung
- Tessa Watung
0 komentar:
Posting Komentar