ribuan mahasiswa turun ke jalan
foto oleh: Tessa Watung (Inovasi)
Ribuan mahasiswa
dari berbagai universitas di Sulawesi Utara serentak rapatkan barisan turun ke
jalan untuk menyuarakan keadilan. Hari ini (Selasa 25/09/19) para mahasiswa
dengan berbagai warna jas almamater dan panji berkumpul di Lapangan Sparta
Tikala dan melakukan long march
sampai ke gedung DPRD Sulawesi Utara sembari meneriakkan yel-yel, menyanyikan
lagu-lagu perjuangan serta mengangkat poster-poster lucu nan sarkas mengkritik
pemerintah.
poster-poster bertuliskan guyonan sarkastik untuk mengkritik DPR
foto oleh: Jeansi Makasambe
Sekitar
pukul 13.30 WITA massa unjuk rasa tiba di kantor DPRD Sulut dan melakukan orasi
dengan membawa tuntutan-tuntutan seperti: cabut UU KPK, tolak RUU KUHP, tolak
kenaikan BPJS, tolak RUU Pertanahan, tuntaskan pelanggaran HAM, stop
deforestasi hutan, hentikan pendekatan militer di Papua serta stop libatkan
militer dalam masalah agrarian. Selain itu, ada juga aksi theatrical dari beberapa mahasiswa yang membawa keranda yang bertuliskan "telah wafat demokrasi".
orasi dan aksi theatrical oleh mahasiswa
foto oleh: Tessa Watung (Inovasi)
Unjuk rasa
yang awalnya berjalan kondusif dan tertib terpaksa dibubarkan oleh pihak
kepolisian dengan melepaskan gas air mata. “sebenarnya aksi demo ini membuat
saya merasakan perasaan yang campur aduk, sebab aksi ini menunjukkan
solidaritas mahasiswa yang rela menundukkan ego dan bersama-sama merapatkan
barisan menuntut keadilan. Namun di sisi lain saya kecewa dengan pihak
kepolisian yang menembakkan gas air mata, karena menurut saya aksi ini tidak
sebrutal yang terjadi di pulau Jawa” ujar Stevi Aprilia salah satu peserta
unjuk rasa mahasiswa. Akibat dari penembakkan gas air mata, beberapa peserta
aksi tumbang karena tidak kuat menahan perih akibat gas dan berdesak-desakkan
saat mencoba menyelamatkan diri.
pelemparan gas air mata oleh pihak kepolisian dan beberapa korban yang tumbang
foto oleh: Tessa Watung (Inovasi)
Beberapa
saat setelah dibubarkan, semangat dari peserta unjuk rasa ini masih belum padam
hingga akhirnya berhasil masuk ke pelataran gedung DPRD dan disambut beberapa
orang anggota DPRD Sulut antara lain Victor Mailangkay, Amir Liputo, Richard
Sualang, Sandra Rondonuwu, Melky Pangemanan, Ivan Lumentut, Fabian Kaloh, Yusra
Alhabsy dan Fransiskus Silangen.
beberapa anggota DPRD Sulut berunding dengan massa unjuk rasa
foto oleh: Tessa Watung (Inovasi)
Unjuk rasa
mahasiswa ini berakhir dengan damai, dengan ditandatanganinya surat permohonan
oleh DPRD Sulut untuk DPR RI. Massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Walaupun
aksi ini berakhir dengan damai, sayangnya menyisakan coretan-coretan di tembok
pagar gedung.
tembok pagar yang telah dicoret-coret mahasiswa
foto oleh: Rizkia Nabila
surat permohonan dari DPRD Sulut untuk DPR RI
sumber foto: Rio (Inovasi)
- Ginpus




0 komentar:
Posting Komentar