Jumat, 04 Oktober 2019

Bakal Calon Ditolak, Batu Bertindak


Siang hari yang harusnya terik di Universitas Sam Ratulangi tidak hanya dibuat mendung oleh awan hujan. Suasana kampus yang biasanya diwarnai dengan aktifitas para mahasiswa pada hari Jumat (04/10/19) dibuat berbeda dengan kejadian baku lempar batu antara kampus merah dan kampus orens. Hal ini dikarenakan si pihak pelempar tidak setuju atas keputusan yang pada akhirnya menjadikan yang dilempar menjadi satu-satunya yang berkemungkinan besar duduk di kursi eksekutif.

Setelah banyak dokumentasi dan video lucu hasil editan mahasiswa yang beredar dari kejadian kemarin, beredar juga kronologi di berbagai grup whatsapp berdasarkan keterangan dari Joseph Mundung, kepala keamanan Unsrat.

Kronologi berawal dari rapat pleno KPUM pada hari Kamis (03/10/19) dengan agenda usulan penetapan calon ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi. Rapat pleno yang berlangsung hingga tengah malam tersebut menghasilkan putusan calon tetap ketua BEM Unsrat yang pada akhirnya hanya satu calon saja yang lolos seleksi secara administrasi. Dan yang dinyatakan lulus adalah bakal calon dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP). Dari putusan tersebut, digadang-gadang akan terjadi aklamasi untuk satu-satunya calon tetap. Hal ini memancing amarah simpatisan kubu bakal calon dari Fakultas Hukum dan membuat keributan di sekitar gedung rektorat. Para mahasiswa yang membuat aksi protes ini sudah diperingatkan oleh pihak keamanan agar menjaga ketertiban dan keamanan, namun peringatan tersebut tidak didengarkan.

Aksi protes pada pukul 01.30 dini hari ini dilanjutkan dengan menyambangi daerah kubu lawan dan memecahkan kaca-kaca jendela ruang perkuliahan.

Tak sampai di situ, sekitar pukul 14.00 WITA terlihat segerombolan mahasiswa di perempatan Fakultas Hukum dan FISPOL. Kumpul bukan sekedar kumpul, ternyata akhirnya baku lempar batu juga. Sebuah mobil tak bersalah yang sedang parkir di sekitaran lokasi kejadian terpaksa harus ganti kaca akibat pertikaian itu.

Tawuran versi mahasiswa yang jadi tontonan dan konsumsi media sosial ini tidak berlangsung lama karena pihak kepolisian tiba dan melerai massa tawuran tersebut.

Sampai tulisan ini dimuat, pihak universitas masih melakukan penyelidikan terhadap siapa saja yang terlibat sebagai dalang dari kericuhan ini.

- Ginpus

3 komentar:

  1. padahal berada dalam lingkup akademisi tapi sikap mereka tidak mewakilkan. Sangat disayangkan orang seperti mereka bisa hidup seperti "manusia"

    BalasHapus
  2. Bung, saya dengar LPM inovasi sedang gencar-gencarnya merekrut pena-pena baru :)

    BalasHapus