Sejak peristiwa rasial yang terjadi di Surabaya beberapa waktu lalu, hingga membesar dan menimbulkan protes besar-besaran. Para pelajar dan mahasiswa Papua yang berada di daerah lain di Indonesia akhirnya pulang ke Papua atas panggilan persaudaraan.
Menurut kabar yang beredar terakhir, aksi Mahasiswa Eksodus yang ingin mendirikan Pos Solidaritas Eksodus Mahasiswa di Universitas Cendrawasih menelan korban. Aloysius Giya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua drg mengatakan ada empat korban jiwa dalam peristiwa ini. Menurutnya keempat korban sudah dibawah ke RS Bhayangkara, Abepura.
“Sudah ada empat korban jiwa. Satu dari pihak TNI yaitu dari 751, dan tiga lainnya adalah korban dari mahasiswa (orang papua)” ungkap Aloysius Giyai yang dilansir dari Jubi.co.id Senin (23/9/2019)
Menindak lanjuti foto korban tertembak di Expo Wamena yang mengantongi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) Universitas Sam Ratulangi Manado. Informasi awalnya di dapat dari akun media sosial Facebook Agustinus Daud tentang mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat atas nama Otinus Lokbere yang menjadi korban penembakan dilihat dari tanda pengenal KTM.
Namun, mencuat kabar dari salah satu Dosen di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat bahwa Otinus Lokbere sedang baik-baik saja, bukan dialah yang menjadi korban penembakan di expo wamena, teman Ortinus juga mengatakan hal yang sama dan membenarkan pernyataan itu.
Setelah Tim Inovasi menghubunginya via Whatsapp Senin malam (23/9/20019) Diasasthysa, Mahasiswa Pasca Sarjana Unsrat yang juga alumnus Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat ini menerangkan bahwa korban bukanlah Ontinus Lokbere. Melalui keteragannya, Ontinus tidak berada di tempat kejadian, dia sedang berada di Jayapura, kartu mahasiswa milik Ontinus itu digunakannya sebagai tanda pengenal sewaktu di bandara dan dipegang oleh adiknya.
Keterangan itu di dapat langsung olehnya lewat sambungan telepon dengan Ontinus Lokbere, Senin (23/9/2019) sore pukul 15:12 Wita.
Pernyataan berbeda datang dari Tonny, ketua Himaju Komunikasi, menerangkan bahwa memang betul itu adalah mahasiswa Unsrat, namun bukan Otinus Lokbere melainkan teman mereka Yerri Murib, mahasiswa Jurusan ilmu komunikasi angkatan 2016 Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Unsrat, Manado.
Informasi itu didapat dari penelurusan mereka, Tonny dan beberapa orang yang meminta konfirmasi langsung ke tempat tinggalnya di Asrama Mahasiswa Nduga, Jalan Parigi VII Malalayang Satu, setelah menghubungi Yerri dan tidak mendapat respon.
Sekitar pukul 8 malam, mereka menyambangi Asrama yang dimaksud untuk mengecek langsung, namun keadaan kosong tanpa ada orang yang bisa ditanyai. Dengan nomor telepon yang terpasang di papan asrama, Tonny mendapatkan penjelasan dengan menghubungi salah satu nomor tersebut.
"Untuk nama tidak diketahui. Sekedar info kedua nomor (di papan) tersebut aktif, namun nomer yg kedua yg merespon" beber Tony saat Inovasi menghubunginya Senin (23/9/2019) malam.
Lanjut Tonny saat berkomunikasi, ia mengaku bahwa benar dari pihak asrama telah mengonfirmasi bahwa yang meninggal dunia adalah rekan mereka atas nama Yerri Murib.
Namun informasi mengenai kejelasan identitas korban dan hubungan antara Yerri Murib dan Otinus Lokbere, sampai berita ini diturunkan belum diketahui.
-Wahyu
Menurut kabar yang beredar terakhir, aksi Mahasiswa Eksodus yang ingin mendirikan Pos Solidaritas Eksodus Mahasiswa di Universitas Cendrawasih menelan korban. Aloysius Giya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua drg mengatakan ada empat korban jiwa dalam peristiwa ini. Menurutnya keempat korban sudah dibawah ke RS Bhayangkara, Abepura.
“Sudah ada empat korban jiwa. Satu dari pihak TNI yaitu dari 751, dan tiga lainnya adalah korban dari mahasiswa (orang papua)” ungkap Aloysius Giyai yang dilansir dari Jubi.co.id Senin (23/9/2019)
Menindak lanjuti foto korban tertembak di Expo Wamena yang mengantongi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) Universitas Sam Ratulangi Manado. Informasi awalnya di dapat dari akun media sosial Facebook Agustinus Daud tentang mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat atas nama Otinus Lokbere yang menjadi korban penembakan dilihat dari tanda pengenal KTM.
Namun, mencuat kabar dari salah satu Dosen di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat bahwa Otinus Lokbere sedang baik-baik saja, bukan dialah yang menjadi korban penembakan di expo wamena, teman Ortinus juga mengatakan hal yang sama dan membenarkan pernyataan itu.
Setelah Tim Inovasi menghubunginya via Whatsapp Senin malam (23/9/20019) Diasasthysa, Mahasiswa Pasca Sarjana Unsrat yang juga alumnus Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat ini menerangkan bahwa korban bukanlah Ontinus Lokbere. Melalui keteragannya, Ontinus tidak berada di tempat kejadian, dia sedang berada di Jayapura, kartu mahasiswa milik Ontinus itu digunakannya sebagai tanda pengenal sewaktu di bandara dan dipegang oleh adiknya.
Keterangan itu di dapat langsung olehnya lewat sambungan telepon dengan Ontinus Lokbere, Senin (23/9/2019) sore pukul 15:12 Wita.
Pernyataan berbeda datang dari Tonny, ketua Himaju Komunikasi, menerangkan bahwa memang betul itu adalah mahasiswa Unsrat, namun bukan Otinus Lokbere melainkan teman mereka Yerri Murib, mahasiswa Jurusan ilmu komunikasi angkatan 2016 Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Unsrat, Manado.
Informasi itu didapat dari penelurusan mereka, Tonny dan beberapa orang yang meminta konfirmasi langsung ke tempat tinggalnya di Asrama Mahasiswa Nduga, Jalan Parigi VII Malalayang Satu, setelah menghubungi Yerri dan tidak mendapat respon.
Sekitar pukul 8 malam, mereka menyambangi Asrama yang dimaksud untuk mengecek langsung, namun keadaan kosong tanpa ada orang yang bisa ditanyai. Dengan nomor telepon yang terpasang di papan asrama, Tonny mendapatkan penjelasan dengan menghubungi salah satu nomor tersebut.
"Untuk nama tidak diketahui. Sekedar info kedua nomor (di papan) tersebut aktif, namun nomer yg kedua yg merespon" beber Tony saat Inovasi menghubunginya Senin (23/9/2019) malam.
Lanjut Tonny saat berkomunikasi, ia mengaku bahwa benar dari pihak asrama telah mengonfirmasi bahwa yang meninggal dunia adalah rekan mereka atas nama Yerri Murib.
Namun informasi mengenai kejelasan identitas korban dan hubungan antara Yerri Murib dan Otinus Lokbere, sampai berita ini diturunkan belum diketahui.
-Wahyu

0 komentar:
Posting Komentar