Persiapkan diri kita untuk
menghadapi bencana alam
Pergantian musim terkadang menyebabkan cuaca yang tidak
menentu, hingga membuat kita tidak bisa memprediksi kapan panas dan kapan
hujan. Fenomena alam ini tak jarang menjadi bencana alam yang merugikan bagi
umat manusia. Bahkan saat ini beberapa daerah di Indonesia sudah terkena
dampaknya seperti banjir bandang, tanah longsor, angin kencang dan semacamnya. Begitu
juga yang sedang terjadi di ibukota. Hampir seluruh daerah terendam oleh
banjir. Hal ini membuat kita menjadi was-was dengan keadaan alam kita saat ini.
Bencana alam bukan seperti kekasih hati yang kamu tunggu
kabarnya, melainkan sebuah serangan yang datang tanpa memberi kabar terlebih
dahulu. Sedia Senjata Sebelum Perang
maksudnya persiapkan diri sebelum bencana itu datang. Karena
kesiapsiagaan adalah kunci keselamatan ketika menghadapi ancaman bencana.
Yang saya kutip dari buku saku Tanggap Tangkas Tangguh Menghadapi Bencana dari BNPB edisi 2017
menjelaskan bahwa, kesiapsiagaan
merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana
melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna.
Tiga
Upaya Utama Dalam Menyusun Rencana Menghadapi Bencana
Analisis ancaman di sekitar kita
selalu ada peluang
dalam setiap kesempatan
Jadi, cobalah
analisis ancaman di sekitar keluargamu seperti bencana apa yang sangat
berpeluang di lingkungan kamu dengan keadaan saat ini. Lalu aturlah rencana dan
tentukan titik kumpul keluarga. Usahakan agar tempat berkumpul berada di titik
teraman dalam bangunan rumah supaya bila tidak sempat keluar rumah, kamu bisa
menyelamatkan diri sampai pemadam kebakaran, tim SAR atau semacamnya
mengevakuasi kamu dan keluarga. Tapi bila bencananya tanah longsor, segera
evakuasi ke tempat yang aman. Selalu
siapkan kontak yang bisa dihubungi kapanpun untuk membantu proses evakuasi. Dan
jangan lupa identifikasi anggota keluarga yang rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan
penyandang disabilitas. Tetaplah tenang seperti air yang mengalir dan jangan
panik. Karena bila kamu panik semua rencana yang dibuat akan kacau.
Menyiapkan benda yang akan dibutuhkan saat bencana,
yaitu:
1. Air minum
dan makanan untuk 3-10hari
air bersih
pada saat terjadi bencana bagai oase di padang gurun. Sediakan air dan makanan
untuk berjaga-jaga bila tim penyelamat terlambat mengevakuasi karena keadaan
yang tidak menentu.
2. Obat-obatan
pribadi
Sediakan
obat-obatan bila kamu menderita penyakit tertentu. Kita tidak tahu pasti
seberapa besar bencana yang akan terjadi dan bisa jadi apotek-apotek sekitar
lokasi bencana juga terkena dampaknya. Hehe
3. P3K
Ini nih yang juga tidak kalah penting. Untuk bencana seperti banjir, kita tidak tahu apa yang kita pijaki di bawah air. Bisa jadi kaki kita terkena pecahan kaca, paku atau benda-benda tajam lainnya. Plester, kain kassa dan cairan antiseptik adalah pertolongan pertama untuk mengobati luka agar tidak terjadi infeksi.
4. Lampu
senter (dan ekstra baterai)
Benda ini juga
wajib ada dalam checklist barang-barang
yang harus disiapkan. Pada saat terjadi bencana, biasanya listrik akan
dimatikan karena mencegah terjadinya tegangan arus listrik.
5. Sejumlah
uang dan dokumen penting (sertifikat, ijazah, dll)
Biasanya sih kalau ngurus dokumen-dokumen seperti ini
bikin mager karena birokrasinya ribet kalau gak ada pelicin (upsssssssss hehe)
Daripada harus
mengurus lagi, pastikan saja dokumen-dokumen berharga kamu aman. Jangan lupa
juga uang untuk berjaga-jaga jika ada keperluan mendesak.
6. Pakaian,
jaket, dan sepatu
Siapkan pakaian
ganti secukupnya. Juga jaket agar tidak kedinginan. Tak lupa pula sepatu agar kaki kamu terhindar dari
benda-benda yang bisa melukai.
7. Peralatan seperti peluit, sarung tangan, selotip, pisau serbaguna, masker, pelindung kepala
Benda-benda
ini mungkin tidak sempat terpikirkan, tapi tidak ada salahnya untuk
dipersiapkan. Karena, sekali lagi, kita tidak akan pernah tau situasi dan
kondisi di lokasi bencana.
Kenapa harus ada peluit? Bukan, bukan, kita bukan mau jadi wasit sepak bola. Guna peluit adalah untuk memanggil
pertolongan karena bunyinya yang keras dan bisa menarik perhatian. Pernah nonton adegan film Titanic saat Rose terombang-ambing di tengah lautan di atas papan kayu, kan? Ya kurang lebih seperti itu.
8. pembersih
yang praktis (tisu basah, hand sanitizer)
Agar
kebersihan tetap terjaga, sediakan alat pembersih yang praktis seperti tissue
basah dan hand sanitizer karena air
bersih akan menjadi hal yang paling berharga saat itu. Anda tentu tidak mau
menghambur-hamburkannya, kan?
Tak lupa pula
peralatan mandi agar kebersihan dan kesehatanmu tetap terjaga dan meminimalisir
terjangkitnya virus penyebab penyakit di sekitar lokasi terdampak bencana
yang terakhir, menyimak informasi dari berbagai media,
seperti radio, televisi, dan media online, maupun sumber lain yang resmi.
Sayangilah dirimu dan orang di sekitar dan sadarilah
bahwa kesiapsiagaan bukan dimulai dari orang lain melainkan dari diri kita sendiri. Jangan
menunggu keadaan genting baru bergerak, tapi bergeraklah sebelum keadaan
mengancam kita. Ingatlah bahwa apa yang sudah terjadi tidak bisa disesali. Jadi,
sebelum menyesal cegahlah hal-hal yang akan membuat kita menyesal nantinya.
Persiapkan diri kita untuk menghadapi bencana yang tak
tau kapan akan datang dan lindungilah orang-orang yang kamu kasihi.
INGAT!!!
Kalau bukan mulai dari diri kita, lalu dari siapa lagi?
(Caca)
0 komentar:
Posting Komentar