Jumat, 03 Januari 2020

Sedia Senjata Sebelum Berperang


Persiapkan diri kita untuk menghadapi bencana alam

Pergantian musim terkadang menyebabkan cuaca yang tidak menentu, hingga membuat kita tidak bisa memprediksi kapan panas dan kapan hujan. Fenomena alam ini tak jarang menjadi bencana alam yang merugikan bagi umat manusia. Bahkan saat ini beberapa daerah di Indonesia sudah terkena dampaknya seperti banjir bandang, tanah longsor, angin kencang dan semacamnya. Begitu juga yang sedang terjadi di ibukota. Hampir seluruh daerah terendam oleh banjir. Hal ini membuat kita menjadi was-was dengan keadaan alam kita saat ini.
Bencana alam bukan seperti kekasih hati yang kamu tunggu kabarnya, melainkan sebuah serangan yang datang tanpa memberi kabar terlebih dahulu. Sedia Senjata Sebelum Perang maksudnya  persiapkan diri sebelum bencana itu datang. Karena kesiapsiagaan adalah kunci keselamatan ketika menghadapi ancaman bencana.
Yang saya kutip dari buku saku Tanggap Tangkas Tangguh Menghadapi Bencana dari BNPB edisi 2017 menjelaskan bahwa, kesiapsiagaan merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna.

Tiga Upaya Utama Dalam Menyusun Rencana Menghadapi Bencana

Analisis ancaman di sekitar kita
selalu ada peluang dalam setiap kesempatan
Jadi, cobalah analisis ancaman di sekitar keluargamu seperti bencana apa yang sangat berpeluang di lingkungan kamu dengan keadaan saat ini. Lalu aturlah rencana dan tentukan titik kumpul keluarga. Usahakan agar tempat berkumpul berada di titik teraman dalam bangunan rumah supaya bila tidak sempat keluar rumah, kamu bisa menyelamatkan diri sampai pemadam kebakaran, tim SAR atau semacamnya mengevakuasi kamu dan keluarga. Tapi bila bencananya tanah longsor, segera evakuasi ke tempat yang aman. Selalu siapkan kontak yang bisa dihubungi kapanpun untuk membantu proses evakuasi. Dan jangan lupa identifikasi anggota keluarga yang rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Tetaplah tenang seperti air yang mengalir dan jangan panik. Karena bila kamu panik semua rencana yang dibuat akan kacau.

Menyiapkan benda yang akan dibutuhkan saat bencana, yaitu:

1.     Air minum dan makanan untuk 3-10hari
air bersih pada saat terjadi bencana bagai oase di padang gurun. Sediakan air dan makanan untuk berjaga-jaga bila tim penyelamat terlambat mengevakuasi karena keadaan yang tidak menentu.

2.      Obat-obatan pribadi
Sediakan obat-obatan bila kamu menderita penyakit tertentu. Kita tidak tahu pasti seberapa besar bencana yang akan terjadi dan bisa jadi apotek-apotek sekitar lokasi bencana juga terkena dampaknya. Hehe 

3.      P3K
Ini nih yang juga tidak kalah penting. Untuk bencana seperti banjir, kita tidak tahu apa yang kita pijaki di bawah air. Bisa jadi kaki kita terkena pecahan kaca, paku atau benda-benda tajam lainnya. Plester, kain kassa dan cairan antiseptik adalah pertolongan pertama untuk mengobati luka agar tidak terjadi infeksi.

4.      Lampu senter (dan ekstra baterai)
Benda ini juga wajib ada dalam checklist barang-barang yang harus disiapkan. Pada saat terjadi bencana, biasanya listrik akan dimatikan karena mencegah terjadinya tegangan arus listrik.

5.      Sejumlah uang dan dokumen penting (sertifikat, ijazah, dll)
Biasanya sih kalau ngurus dokumen-dokumen seperti ini bikin mager karena birokrasinya ribet kalau gak ada pelicin (upsssssssss hehe)
Daripada harus mengurus lagi, pastikan saja dokumen-dokumen berharga kamu aman. Jangan lupa juga uang untuk berjaga-jaga jika ada keperluan mendesak.

6.      Pakaian, jaket, dan sepatu
Siapkan pakaian ganti secukupnya. Juga jaket agar tidak kedinginan. Tak lupa pula sepatu agar kaki kamu terhindar dari benda-benda yang bisa melukai.

7.      Peralatan seperti peluit, sarung tangan, selotip, pisau serbaguna, masker, pelindung kepala
Benda-benda ini mungkin tidak sempat terpikirkan, tapi tidak ada salahnya untuk dipersiapkan. Karena, sekali lagi, kita tidak akan pernah tau situasi dan kondisi di lokasi bencana.
Kenapa harus ada peluit? Bukan, bukan, kita bukan mau jadi wasit sepak bola. Guna peluit adalah untuk memanggil pertolongan karena bunyinya yang keras dan bisa menarik perhatian. Pernah nonton adegan film Titanic saat Rose terombang-ambing di tengah lautan di atas papan kayu, kan? Ya kurang lebih seperti itu.

8.      pembersih yang praktis (tisu basah, hand sanitizer)
Agar kebersihan tetap terjaga, sediakan alat pembersih yang praktis seperti tissue basah dan hand sanitizer karena air bersih akan menjadi hal yang paling berharga saat itu. Anda tentu tidak mau menghambur-hamburkannya, kan?
Tak lupa pula peralatan mandi agar kebersihan dan kesehatanmu tetap terjaga dan meminimalisir terjangkitnya virus penyebab penyakit di sekitar lokasi terdampak bencana

yang terakhir, menyimak informasi dari berbagai media, seperti radio, televisi, dan media online, maupun sumber lain yang resmi.

Sayangilah dirimu dan orang di sekitar dan sadarilah bahwa kesiapsiagaan bukan dimulai dari orang lain melainkan dari diri kita sendiri. Jangan menunggu keadaan genting baru bergerak, tapi bergeraklah sebelum keadaan mengancam kita. Ingatlah bahwa apa yang sudah terjadi tidak bisa disesali. Jadi, sebelum menyesal cegahlah hal-hal yang akan membuat kita menyesal nantinya.
Persiapkan diri kita untuk menghadapi bencana yang tak tau kapan akan datang dan lindungilah orang-orang yang kamu kasihi.
INGAT!!!
Kalau bukan mulai dari diri kita, lalu dari siapa lagi?

(Caca)

0 komentar:

Posting Komentar